OJK: Debitur di Bali dominan bergerak di sektor produktif
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

OJK Bali menyatakan mayoritas debitur di Bali lebih fokus pada sektor produktif seperti investasi, modal kerja, perdagangan, akomodasi dan makan minum, serta pertanian. Data per Juni 2026 menunjukkan kredit investasi mencapai Rp44,15 triliun (35,85%), kredit konsumsi Rp40,51 triliun (32,89%), dan modal kerja Rp38,49 triliun (31,25%). Pertumbuhan ekonomi Bali mencapai 5,78% pada Q2 2026, lebih tinggi dari rata-rata nasional 5,29%. Meskipun kunjungan wisatawan asing turun 2,42% menjadi 3,20 juta orang, sektor pariwisata tetap mendukung ekonomi lokal.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 31 Agustus 2026 pukul 20.35
Ngaku Berizin di Luar Negeri, 2 Platform Kripto Ini Malah Diblokir Satgas PASTI
Liputan6.com · 31 Agustus 2026 pukul 17.45
Tak Punya Izin, OJK Blokir Kegiatan Dua Perusahaan Kripto
kumparan · 31 Agustus 2026 pukul 03.00
Kejar Investasi Sektor Olahraga, RI Dinilai Bisa Contoh Inggris hingga AS
CNBC Indonesia · 30 Agustus 2026 pukul 17.00
Video: Jurus Pemprov Sinergikan Program Daerah Dengan MBG - Kopdes
Berita terkait
Aset Sektor PPDP Tumbuh Malu-malu, OJK Ungkap Penyebabnya
Warta Ekonomi · 30 Agustus 2026 pukul 16.27
Video: Bikin Investor Nyaman, Lampung Janjikan Izin Dipermudah Izin
CNBC Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 18.00
OJK Usul Kepemilikan Asing di Asuransi Bisa Naik Jadi 99 Persen
kumparan · 29 Agustus 2026 pukul 15.17
Sengketa Eagle High Plantations dan Felda Masuk Arbitrase, Ini Penjelasan OJK
Liputan6.com · 28 Agustus 2026 pukul 18.45