OJK: Kinerja asuransi kesehatan tunjukkan pertumbuhan positif per Juni
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja asuransi kesehatan tetap tumbuh positif per Juni 2026. Pada industri asuransi jiwa, pendapatan premi kesehatan mencapai Rp20,57 triliun (naik 12,04% YoY) dengan klaim Rp12,84 triliun. Pada asuransi umum, premi kesehatan mencapai Rp6,32 triliun (naik 2,58% YoY) dengan klaim Rp3,50 triliun. Pertumbuhan ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan perlindungan kesehatan, meski industri masih menghadapi tekanan dari biaya klaim dan inflasi medis.
Untuk meningkatkan tata kelola, OJK mendorong penguatan Medical Advisory Board (MAB) sesuai POJK Nomor 36 Tahun 2025. MAB memberikan rekomendasi medis objektif dalam penyusunan manfaat, underwriting, dan pengelolaan klaim, tanpa menggantikan keputusan dokter atau kebijakan perusahaan. OJK juga meneliti desain produk asuransi kesehatan sebelum pasar, termasuk kewajiban fitur non-cost sharing, dan akan menindaklanjuti produk yang tidak sesuai ketentuan.
OJK juga membentuk task force koordinasi terkait Koordinasi Antar Penyelenggara Jaminan (KAPJ), yang diketuai OJK dan melibatkan Kementerian Kesehatan, BPJS Kesehatan, rumah sakit, dan asosiasi asuransi. Task force sedang menyusun target implementasi KAPJ dan finalisasi perjanjian kerja sama, dengan tujuan memperluas cakupan KAPJ dan menciptakan sistem koordinasi yang lebih efektif bagi masyarakat.
Bagikan
Berita terkait
Warga RI Keluar Uang Rp100 Triliun untuk Berobat, Ciputra Life Siap Garap Peluang
Warta Ekonomi · 22 Agustus 2026 pukul 20.02
OJK Siapkan Aturan Transisi Pengawasan Bursa Mineral
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 21.24
OJK Siapkan 3 Strategi Sektor Keuangan untuk Menopang Ekonomi 2027
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 21.10
Jaga rasio klaim, OJK dorong penjaminan perkuat analisis kelayakan
ANTARA News · 1 September 2026 pukul 21.05