Jakarta · Minggu, 27 September 2026Cari
WargaKonoha

OJK: SNLIK jadi modal “mapping” program edukasi keuangan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang didukung Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi modal penting untuk merencanakan program edukasi keuangan yang tepat di berbagai wilayah. Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi menyatakan bahwa hasil SNLIK memungkinkan OJK mengetahui tingkat literasi dan inklusi keuangan masyarakat secara nasional, sehingga dapat dilakukan pemetaan program edukasi sesuai kebutuhan tiap daerah. SNLIK juga mendukung upaya OJK dalam melindungi konsumen jasa keuangan melalui edukasi dan literasi.

Friderica mengapresiasi kerja sama dengan BPS dalam pelaksanaan SNLIK, yang melibatkan sampel yang jauh lebih besar dibanding survei serupa dari OECD. Pada tahun pertama, SNLIK melibatkan lebih dari 10.000 sampel, dan pada survei terakhir mencapai 75.000 sampel. OJK juga secara aktif menjadi anggota Jaringan Internasional untuk Edukasi Keuangan (INFE) OECD, sekaligus dalam proses aksesi sebagai negara anggota OECD.

OJK berharap kerja sama dengan BPS dapat diperkuat untuk mendapatkan data yang lebih akurat di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Hal ini bertujuan untuk mengidentifikasi wilayah yang masih berada di bawah rata-rata nasional dalam hal literasi dan inklusi keuangan, sehingga program edukasi dapat ditargetkan secara lebih efisien. Rencananya, survei akan diperluas hingga ke tingkat kabupaten/kota pada tahun depan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait