OJK Masukkan Literasi Keuangan ke Sekolah, untuk Apa?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) secara resmi menandatangani nota kesepahaman dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk mengintegrasikan literasi keuangan digital ke dalam kurikulum sekolah. Inisiatif ini menggunakan Bahan Ajar Literasi Keuangan Fase E dan F yang mencakup tiga mata pelajaran utama: ekonomi, matematika, dan kokurikuler.
Dicky Kartikoyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Usaha Jasa Keuangan OJK, menyatakan pentingnya pemahaman risiko keuangan sejak dini. Setiap hari masih banyak korban dari pinjaman online, judi online, scam, dan fraud yang menimpa masyarakat. Literasi keuangan diharapkan membantu generasi muda menjadi cakap, bijak, produktif, dan terlindungi.
Mendikdasmen Abdul Mu'ti menjelaskan bahwa bahan ajar akan disusun oleh tim OJK dan pakar, serta dibagikan secara gratis melalui laman Rumah Pendidikan sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem keuangan dan meningkatkan kualitas ekonomi Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 24 September 2026 pukul 19.24
OJK Gandeng Kemendikdasmen, Masukkan Literasi Keuangan Digital ke Kurikulum
Detik.com · 24 September 2026 pukul 20.00
Literasi Keuangan Digital-Syariah Masuk Jadi Kurikulum Pelajaran Sekolah
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 21.57
OJK sebut inklusi dana pensiun baru capai 5,10 persen
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 14.05
OJK Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi dan Keuangan Syariah melalui ISFO 2026
Berita terkait
OJK dorong pemahaman ekosistem keuangan digital masuk kurikulum
ANTARA News · 25 September 2026 pukul 12.32
OJK Gelar ISFO 2026, Dorong Generasi Muda Jadi Penggerak Ekonomi dan Keuangan Syariah
Liputan6.com · 25 September 2026 pukul 08.30
OJK dan Kemendikdasmen sediakan bahan ajar literasi finansial
ANTARA News · 24 September 2026 pukul 21.35
Pinjol hingga Scam Mengintai, OJK Minta Literasi Finansial Dimulai dari Sekolah
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 20.08