OPEC+ Tahan Target Produksi, Harga Minyak Dunia Bertahan di Atas US$ 100
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/876774/original/009328100_1431659143-OPEC_2.jpg)
OPEC+ sepakat menpertahankan target produksi minyak untuk November 2026 pada pertemuan daring Minggu (4/10/2026). Tujuh anggota inti—Arab Saudi, Rusia, Irak, Kuwait, Aljazair, Kazakhstan, dan Oman—memutuskan tidak melakukan penyesuaian besar pada kebijakan produksi hingga tahun depan. Produksi di kawasan Teluk masih jauh di bawah kuota akibat gangguan ekspor akibat perang AS-Israel dengan Iran, sehingga pasar minyak tetap ketat. Harga minyak dunia (Brent US$ 102,25/bulan, WTI US$ 91,11/bulan) bertahan di atas US$ 100 meski sempat turun setelah G7 mengumumkan pelepasan 100 juta barel cadangan minyak dalam empat bulan ke depan. Data OPEC menunjukkan tujuh anggota inti memproduksi 25 juta barel/hari pada Agustus 2026, naik 630.000 barel/hari dari Juli namun masih 5 juta barel/hari di bawah level sebelum perang Iran pada Februari 2026. Kajian kapasitas produksi 2027 ditunda akibat konflik, dengan hasilnya diproyeksikan baru berpengaruh pada 2027.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 4 Oktober 2026 pukul 22.45
7 Negara OPEC+ Sepakat Pertahankan Batas Produksi Minyak November
SINDOnews · 3 Oktober 2026 pukul 09.15
Sanksi Barat Tak Mampu Bendung Minyak Rusia, Ekspor Tiap Pekan Tembus Rp42 Triliun
Berita terkait
OPEC+ Menahan Produksi Minyak Oktober 2026
Liputan6.com · 7 September 2026 pukul 08.18
Harga Minyak Dunia Turun Usai G7 Ambil Langkah Darurat
Liputan6.com · 3 Oktober 2026 pukul 08.17
Melonjak 80 Persen, Ekspor Minyak Arab Saudi Capai Level Tertinggi Sejak Perang
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 17.40
Harga Minyak Dunia Turun Didorong Pulihnya Pasokan Arab Saudi
CNN Indonesia · 23 September 2026 pukul 10.07