Pak Bas Klaim Pendanaan Pembangunan IKN di Luar APBN Besarannya Rp208,76 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara, Basuki Hadimuljono, mengklaim pendanaan pembangunan IKN tidak hanya mengandalkan APBN, tetapi juga sumber lain seperti skema KPBU, investasi swasta, dan hibah. Untuk periode 2025-2029, APBN dialokasikan sebesar Rp48,8 triliun untuk tiga kelompok pembangunan: konektivitas seperti peningkatan jalan, kawasan pemerintahan legislatif dan yudikatif, serta hunian vertikal bagi ASN dan pejabat.
Pendanaan dari skema KPBU mencapai Rp134,22 triliun, mencakup proyek hunian oleh tujuh perusahaan seperti PT Intiland Development dan Nindya, serta jalan dan Multi-Utility Tunnel oleh perusahaan lain. Investasi swasta bernilai Rp74,54 triliun diarahkan untuk fasilitas komersial seperti hotel, rumah sakit, dan mal, dengan investor termasuk PT Dejem Nusantara Development dari Dubai yang akan membangun pusat perbelanjaan senilai Rp4 triliun.
Total pendanaan di luar APBN mencapai Rp208,76 triliun, menunjukkan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam pembangunan ibu kota baru Nusantara.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 17 Agustus 2026 pukul 16.10
Terungkap Sumber Biaya Pembangunan IKN: APBN Rp 48 T, Swasta Rp 74 T
Detik.com · 18 Agustus 2026 pukul 05.55
Rincian Proyek IKN Pakai Dana APBN Rp 48,8 Triliun
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 17.36
Otorita IKN Dapat Anggaran Rp 6,7 T pada 2027, Ini Target Pembangunannya
Berita terkait
IKN Gaet Investor Swasta Garap Sektor Logistik Udara hingga Bioskop
Warta Ekonomi · 16 Agustus 2026 pukul 17.30
Kata-Kata Basuki Respons Pidato Prabowo Tak Sebut IKN, Ungkap Ini
CNBC Indonesia · 15 Agustus 2026 pukul 16.10
Kepastian Regulasi jadi Kunci Genjot Investasi Swasta di Jalan Tol
Liputan6.com · 13 Agustus 2026 pukul 21.45
Pemerintah & Pelaku Usaha Bahas Penguatan Investasi Jalan Tol Berkelanjutan
Detik.com · 13 Agustus 2026 pukul 15.41