Panas Bumi Indonesia Genap 100 Tahun, Uap Kamojang Masih Mengalir
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengembangan panas bumi di Indonesia memasuki usia ke-100 pada 2026, dimulai dari pengeboran sumur pertama di Kamojang, Garut, Jawa Barat, pada 1926. PLTP Kamojang, yang kini dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), masih mengalir dan menjadi bukti panjangnya sejarah pemanfaatan panas bumi. Direktur Jenderig Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyatakan bahwa keberlangsungan sumber uap selama satu abad menunjukkan besarnya potensi panas bumi sebagai energi jangka panjang. Panas bumi juga unggul karena karakter baseload, dapat beroperasi sepanjang waktu, dan bersaing dengan energi fosil.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 13.09
Bos PGE Ahmad Yani Terpilih Jadi Ketua Asosiasi Panas Bumi 2026-2029
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 17.35
Tidak Cuma Soal Cuan, Panas Bumi Juga Membangun Ekonomi Masyarakat
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.56
Video: Jurus PGE Danai Proyek Panas Bumi - Ekspansi Bisnis Non-Listrik
CNBC Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 16.15
Panas Bumi RI Sudah Berumur 100 Tahun, Begini Dampaknya Bagi Ekonomi
Berita terkait
PLTP Gunung Ungaran Dinilai Tak Butuh Air Dalam Jumlah Besar
JPNN.com · 2 Oktober 2026 pukul 03.05
ESDM Lelang Wilayah Panas Bumi Maluku Tengah, Potensi 47 Mega Watt
CNBC Indonesia · 29 September 2026 pukul 11.05
Dari Energi Terbarukan, Tumbuh Pangan dan Kemandirian Petani
CNBC Indonesia · 24 September 2026 pukul 16.38
Hari Tani Nasional, Dari Energi Terbarukan, Tumbuh Pangan dan Kemandirian Petani
Warta Ekonomi · 24 September 2026 pukul 13.33