Panas Bumi Indonesia Genap 100 Tahun, Uap Kamojang Masih Mengalir
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengembangan panas bumi di Indonesia memasuki usia ke-100 pada 2026, dimulai dari pengeboran sumur pertama di Kamojang, Garut, Jawa Barat, pada 1926. PLTP Kamojang, yang kini dikelola oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO), masih mengalir dan menjadi bukti panjangnya sejarah pemanfaatan panas bumi. Direktur Jenderig Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menyatakan bahwa keberlangsungan sumber uap selama satu abad menunjukkan besarnya potensi panas bumi sebagai energi jangka panjang. Panas bumi juga unggul karena karakter baseload, dapat beroperasi sepanjang waktu, dan bersaing dengan energi fosil.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 20.09
Geothermal RI Terbesar di Dunia, tapi Implementasi di Bawah AS
kumparan · 19 Agustus 2026 pukul 17.43
Incar Posisi Nomor 1 Dunia, PGE Targetkan Kapasitas Panas Bumi 1,8 GW pada 2034
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 16.55
Bahlil Pangkas Aturan dan Siapkan Insentif Buat Kebut Panas Bumi
Liputan6.com · 19 Agustus 2026 pukul 16.00
100 Tahun Uap Panas Bumi Masih Mengalir, Bisa Jadi Saingan Batu Bara
Berita terkait
88% Potensi Panas Bumi RI Belum Dimanfaatkan, Industri Dorong Percepatan
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 19.12
Bahlil Desak Pengusaha Percepat Pengembangan PLTP, Konsesi Jangan Mangkrak
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 16.06
Bahlil Izinkan PLN Bangun PLTP di Gunung Ungaran
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 15.44
100 Tahun Panas Bumi Indonesia, Pemerintah Kejar Potensi 30 GW untuk Ketahanan Energi
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 15.01