Paramount-WBD Merger, 'Perang' Antar Pegawai Dimulai demi Hindari PHK
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Paramount Skydance dan Warner Bros. Discovery (WBD) secara resmi mengumumkan rencana penggabungan dengan nilai transaksi US$110 miliar (Rp1,968 triliun). Penggabungan ini dilakukan setelah berhasil menyelesaikan gugatan antimonopoli di 12 negara bagian AS. Dengan kesepakatan ini, perusahaan gabungan akan menguasai aset media besar seperti HBO, CBS, CNN, TNT, dan MTV, serta platform streaming Paramount+, HBO Max, dan Discovery+.
Rencana merger ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan karyawan kedua perusahaan. Banyak karyawan khawatir akan adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) massal akibat tumpang tindih tim dan layanan yang serupa. Seorang manajer layanan streaming Paramount mengungkapkan bahwa situasi akan sangat kompetitif, terutama untuk tim yang memiliki peran serupa. Analis dan karyawan memperkirakan adanya pemangkasan biaya sebesar US$6 miliar yang dijanjikan oleh CEO Paramount Skydance, David Ellison, kepada para investor.
David Ellison dalam memo kepada karyawan menyatakan bahwa proses merger diharapkan selesai dalam dua minggu, namun belum dapat memastikan dampaknya terhadap nasib pekerja. Lima dari delapan karyawan yang diwawancarai menyatakan kekhawatiran terhadap status pekerjaan mereka. Beberapa staf senior mengungkapkan adanya 'perang internal' terkait teknologi yang digunakan, sementara penyelesaian merger diharapkan dapat mengakhiri drama namun tetap menimbulkan kecemasan hingga situasi menjadi jelas.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 22 September 2026 pukul 16.40
Merger Paramount dan Warner Bros Makin Terbuka, Ini Alasannya
Berita terkait
Induk Daily Mirror PHK 220 Wartawan di Tengah Gempuran AI
CNN Indonesia · 18 September 2026 pukul 03.45
Tuntut Jaminan Rp34,5 triliun, Paramount Desak Negara Bagian AS Tanggung Biaya Penundaan Merger
Media Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 06.41
Integrasi Merger KAI-INKA Efektif Awal 2027
kumparan · 23 September 2026 pukul 19.15
Dulu Bergaji Tinggi, Pekerjaan Ini Sekarang Jadi Ladang Pengangguran
CNBC Indonesia · 23 September 2026 pukul 18.50