Jakarta · Kamis, 3 September 2026Cari
WargaKonoha

PDIP: Algoritma Desil Ini Sungguh Ancaman Nyata terhadap Nasib Rakyat Kecil di Indonesia

Politikus PDIP Guntur Romli mengkritik keras penggunaan algoritma desil untuk menentukan tingkat kesejahteraan masyarakat di Indonesia. Menurutnya, sistem klasifikasi ini berpotensi salah membaca kondisi ekonomi warga dan menyebabkan kelompok miskin kehilangan hak atas bantuan pemerintah. Guntur mengklaim terdapat masyarakat yang status desilnya berubah atau meningkat meski kondisi ekonomi mereka tidak mengalami perbaikan secara nyata.

Guntur memberikan contoh konkret seorang tukang becak di Malioboro, Yogyakarta, serta sekitar ratusan mahasiswa yang terancam kehilangan bantuan kuliah akibat peningkatan status desil keluarga. Ia juga menyoroti pekerja informal dengan penghasilan tidak tetap yang tercatat di desil 10, kasta tertinggi yang biasanya identik dengan pengusaha besar. Menurutnya, kasus serupa melibatkan dosen honorer dan pekerja serabutan yang berpenghasilan pas-pasan namun terlempar ke desil atas.

Guntur mempertanyakan kemampuan sistem desil dalam menggambarkan kemampuan ekonomi secara menyeluruh. Ia menjelaskan bahwa klasifikasi administratif tidak selalu menangkap faktor seperti besarnya penghasilan sebenarnya, utang, tanggungan keluarga, dan biaya hidup. Akibatnya, algoritma yang hanya membaca kategori profesi secara sembarangan dapat menyebabkan sistem merampas hak hidup rakyat kecil dari akses bantuan sosial dan pendidikan.

Berita terkait