PDIP Soal Kebijakan Guru Cicip MBG: Obatnya Sama, Penyakitnya Makin Parah
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Kader PDIP Mohamad Guntur Romli mengkritik kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang menjadikan guru sebagai 'tameng terakhir' dalam penyaluran makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Guntur menilai kebijakan ini merupakan pengulangan 'resep gagal' yang sebelumnya sudah diuji, dengan hasilnya justru meningkatkan kasus keracunan makanan. Ia menegaskan bahwa solusi sebenarnya bukan pada siapa yang mencicipi makanan, tetapi pada efektivitas mekanisme pengawasan keamanan pangan yang ada. Menurutnya, guru sudah memiliki peran utama dalam pendidikan dan tidak perlu dibebani tugas tambahan di luar kompetensinya. Guntur juga menyatakan bahwa pelibatan guru tidak otomatis memperkuat sistem, dan justru berpotensi menjadi cara untuk menutupi kelemahan institusi yang bertanggung jawab atas keamanan makanan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 08.20
Luhut Bertemu Bos BGN Sudaryono, Singgung Penutupan 1.300 Dapur MBG
JPNN.com · 21 Agustus 2026 pukul 02.49
Korupsi MBG Dikembangkan Kejagung ke NTB
kumparan · 20 Agustus 2026 pukul 23.13
Lodewyk Pusung Sebut Nanik Punya Dapur MBG, Setiap Telepon Gunakan Nama Presiden
JawaPos · 20 Agustus 2026 pukul 21.31
Lodweyk Pusung Sebut Nanik S Deyang Memiliki Dapur MBG, Kerap Bawa Nama Presiden Prabowo
Berita terkait
BGN Siapkan Radar MBG, Masyarakat Bisa Intip Menu Anak
JawaPos · 14 Agustus 2026 pukul 06.05
Cegah Keracunan, Kepala BGN Minta Menu MBG Tidak Dibawa Pulang ke Rumah
SINDOnews · 11 Agustus 2026 pukul 09.37
Kepala BGN Warning Keras Soal MBG-Minta Guru Turun Tangan Lakukan Ini
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 20.30
Ompreng MBG Wajib Diberi Label Batas Waktu Konsumsi Mulai Pekan Depan
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 15.54