Pemerintah Ambil Alih Saham KCIC, Beban WIKA Jauh Berkurang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509296/original/068715000_1771675865-PT_Kereta_Cepat_Indonesia_China__KCIC__memberikan_promo_khusus_bagi_tiket_Whoosh-21_Februari_2026a.jpg)
Pemerintah berencana mengambil alih saham PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI) yang menguasai 60% saham PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC). Langkah ini diharapkan dapat memulihkan kinerja keuangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) pada 2026. Direktur Keuangan WIKA, Mulyadi, menjelaskan bahwa kepemilikan WIKA sebesar 33,36% di PSBI menyebabkan kerugian KCIC yang mencapai Rp1,7 triliun hingga Rp1,8 triliun per tahun terkonsolidasi ke dalam laporan keuangan WIKA, sehingga menekan ekuitas dan laba rugi perseroan. Dengan pengambilalihan saham ini, beban kerugian tersebut diharapkan tidak lagi tercermin dalam laporan keuangan WIKA. Proses due diligence terkait pengalihan saham PSBI sedang berjalan melibatkan WIKA, KAI, PTPN I, Jasa Marga, Danantara, BP BUMN, dan Kementerian Keuangan. Direktur Manajemen Risiko & Legal WIKA, Vera Kirana, menyampaikan bahwa karena proses akuisisi masih berlangsung, tanggal pasti penyelesaiannya belum dapat dipastikan, namun Mulyadi berharap pengambilalihan ini dapat terealisasi pada 2026 agar dampaknya langsung terlihat dalam laporan keuangan akhir tahun WIKA.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JawaPos · 1 Oktober 2026 pukul 16.47
WIKA Optimistis Pengambilalihan Whoosh bikin Kinerja Keuangan Membaik
Detik.com · 1 Oktober 2026 pukul 14.21
Kereta Cepat Bikin Rugi, WIKA Senang Saham KCIC Mau Diambil Kemenkeu
Berita terkait
KAI Akui Whoosh Bebani Keuangan, Minta Pengalihan ke Kemenkeu Segera Dilakukan
Warta Ekonomi · 23 September 2026 pukul 19.21
Kemenkeu Buka Suara soal Nasib Utang Kereta Cepat Usai Purbaya Dicopot
Detik.com · 18 September 2026 pukul 11.52
Danantara Pastikan Handover KCIC ke Kemenkeu Tetap Berjalan
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 20.02
Whoosh makin Populer di Kalangan Wisatawan Malaysia
Media Indonesia · 13 September 2026 pukul 14.08