Jakarta · Rabu, 19 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Strategi Pemerintah Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Lewat Sumber Baru

Pemerintah Indonesia menyiapkan serangkaian sumber pertumbuhan ekonomi baru untuk mencapai target pertumbuhan 8% di tengah ketidakpastian geopolitik global. Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyatakan bahwa langkah ini dilakukan melalui penguatan fundamental ekonomi, percepatan kebihakan prioritas, dan penciptaan pertumbuhan yang inklusif. Salah satu pilar utama adalah percepatan hilirisasi, dengan 26 proyek strategis yang telah dilakukan pembongkaran tanah (groundbreaking) hingga 2026, yang diproyeksikan menyerap puluhan ribu tenaga kerja baru dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Di sisi lain, pemerintah memperkuat pengelolaan sumber daya alam melalui sektor finansial. Bank Emas yang dikelola oleh Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI) telah mengelola 153 ton emas senilai Rp360 triliun (sekitar 20 miliar dolar AS). PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) mencatatkan Devisa Hasil Ekspor (DHE) sebesar 14 miliar dolar AS dalam waktu 2 bulan 13 hari, sambil memantau lebih dari 6.500 transaksi ekspor untuk mencegah under invoicing dan transfer pricing.

Pemerintah juga melakukan perampingan besar-besaran pada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Dari 1.074 BUMN, 290 perusahaan telah ditutup, dengan target akhir hanya tersisa 300 perusahaan untuk meningkatkan efisiensi. Transformasi ini terlihat pada kinerja profitabilitas BUMN yang naik drastis dari Rp186 triliun pada 2024 menjadi Rp326 triliun pada 2025, atau tumbuh 75,3%. Pemerintah juga menempatkan ekonomi hijau, data center, AI, dan keamanan siber sebagai fondasi untuk mencapai target pertumbuhan 8% pada 2029.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait