Pemerintah Tak Akan Perluas Lahan Sawah di Kawasan Hutan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5003462/original/003045000_1731476528-1.jpeg)
Pemerintah Indonesia menyatakan tidak akan memperluas budidaya padi ke kawasan hutan setelah berhasil mencapai target swasembada beras tiga tahun lebih cepat dari target 2029. Stok beras nasional kini mencapai 5,3 juta ton dan terus bertambah, sehingga kebutuhan akan lahan tambahan tidak lagi dirasakan. Pencapaian ini menjadi swasembada beras pertama Indonesia dalam 42 tahun, yang didukung oleh strategi intensifikasi melalui penggunaan varietas baru dan benih unggul.
Strategi intensifikasi menjadi fokus utama pemerintah untuk mempertahankan produksi pangan tanpa perlu membuka lahan baru. Pemerintah juga meningkatkan insentif bagi petani dengan menaikkan harga pembelian beras dari Rp 4.000 ke Rp 6.500 per kilogram, atau kenaikan sekitar 50%. Selain itu, biaya pupuk bagi petani turun 20% untuk mendukung produktivitas.
Meskipun pemerintah sebelumnya menjalankan program food estate seluas 2 juta hektare, pencapaian swasembada beras tidak membutuhkan seluruh target lahan tersebut. Pemerintah juga menargetkan swasembada kedelai dalam tiga tahun ke depan, sementara komoditas gula masih menjadi tantangan yang membutuhkan investasi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 6 Oktober 2026 pukul 16.56
Hashim Pastikan Pemerintah Tak Lagi Buka Lahan Hutan untuk Sawah
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 13.28
Hashim Bangga Prabowo Bikin RI Swasembada Beras 3 Tahun Lebih Cepat
Detik.com · 6 Oktober 2026 pukul 12.01
Hashim Bantah Indonesia Gelap, Pamer Swasembada Beras-Kesejahteraan Naik
Berita terkait
Cek Pasar Induk Cipinang, Titiek Soeharto Sebut Stok Beras Aman Tanpa Impor
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 11.45
Hashim Bantah Indonesia Kelam dan Gelap, Ini Buktinya
CNBC Indonesia · 6 Oktober 2026 pukul 13.52
Mendag sebut G20 TMM tolak pangan sebagai alat tekanan geopolitik
ANTARA News · 3 Oktober 2026 pukul 12.46
BULOG & Komisi IV DPR Sidak Pasar Induk Beras Cipinang, Stok dan Harga Aman
Detik.com · 2 Oktober 2026 pukul 13.12