Penerima MBG Berpotensi Berkurang Imbas Temuan 6 Juta Data Ganda
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkapkan potensi penurunan penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 6 juta orang usai ditemukan data ganda. Kepala BGN Sudaryono menjelaskan duplikasi terjadi karena anak tercatat di dua instansi berbeda, misalnya terdaftar sebagai siswa di Madrasah Tsanawiyah di bawah Kementerian Agama sekaligus sebagai santri di pondok pesantren, atau siswa SMP di pondok pesantren yang terhitung di data Kemendikdasmen dan juga tercatat sebagai santri. Pemerintah sedang berkoordinasi lintas kementerian — Kemendikdasmen, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Kementerian Agama, dan Kementerian Kesehatan — agar data saling terintegrasi dan tidak ada lagi double identitas pada penerima MBG.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 6 Agustus 2026 pukul 22.10
Sudaryono Ungkap Temuan 6 Juta Data Ganda Calon Penerima MBG pada 2027
Liputan6.com · 7 Agustus 2026 pukul 20.39
BGN Segera Coret Sekolah Swasta Elite dari Daftar Penerima MBG
Liputan6.com · 7 Agustus 2026 pukul 20.34
Kepala BGN Minta Maaf Marak Kasus Keracunan MBG
CNN Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 19.12
BGN Mulai Coret Sekolah Swasta Elite dari Daftar Penerima MBG
Berita terkait
Jumlah Penerima MBG Berpotensi Turun 6 Juta
Detik.com · 7 Agustus 2026 pukul 07.55
Sudaryono Ancam Pecat Kepala SPPG Imbas Kejadian Keracunan di Sumut
JawaPos · 17 Agustus 2026 pukul 08.30
Kepala BGN Ancam Pecat Kepala SPPG yang Lalai: Kalau Enggak Mampu, Mundur Aja
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 04.43
Komeng soal MBG: Semua Program Presiden Bagus, Cuma yang Kerjanya Aja pada Nggak Bener
SINDOnews · 14 Agustus 2026 pukul 13.32