Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Jumlah Penerima MBG Berpotensi Turun 6 Juta

Pemerintah menemukan 6 juta data ganda penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menjelaskan data ganda terjadi karena satu anak tercatat di dua instansi berbeda, seperti terdaftar sebagai siswa di Madrasah Tsanawiyah di bawah Kementerian Agama sekaligggi tercatat sebagai santri di pondok pesantren. "Atau dia SMP di dalam pondok (pesantren) dihitung di data Kemendikdasmen sebagai siswa. Kemudian dia juga tercatat sebagai santri di pondok pesantren," ujar Sudaryono dalam konferensi pers di Kementerian Koordinator Pangan, Jakarta Pusat, Kamis (6/8/2026).

Akibat adanya data ganda ini, jumlah penerima MBG bakal dievaluasi. Sudaryono menyebutkan angka pengurangannya bisa mencapai sekitar 6 juta penerima MBG. "Kalau nggak salah ada pengurangannya ada sekitar ya ada 6 juta. Kita sisir," sambungnya.

Untuk mencegah terjadinya data ganda, pemerintah terus berkoordinasi antar instansi terkait, mulai dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Kementerian Agama, hingga Kementerian Kesehatan. "(Agar) Datanya tuh saling ngobrol itu sehingga kita betul-betul menemukan sebetulnya tuh. Jadi, tidak ada double identitas," tambah Sudaryono.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait