Jakarta · Senin, 17 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pengalaman Pengemudi Angkutan Umum dan Pikap Usai Pakai B50

Penerapan bahan bakar biodiesel B50 di Indonesia mulai dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama pengemudi angkutan umum dan kendaraan niaga di Sumatera Utara. Dua pengemudi, Nainggolan dan Herwin Siregar, melaporkan tidak ada masalah signifikan pada performa mesin kendaraan mereka setelah menggunakan B50. Nainggolan, pengemudi pikap pengangkut ikan asin, menyatakan mesinnya berjalan lancar tanpa kendala. Herwin, pengemudi angkutan umum rute Medan-Sipahutar, menghabiskan sekitar Rp 450.000 per hari untuk bahan bakar dalam perjalanan enam jam, dengan hanya sedikit perbedaan saat di jalan menanjak.

Pemerintah Indonesia terus memantau implementasi B50 untuk memastikan kelancaran distribusi dan pasokan bahan bakar. Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Yuliot, melakukan peninjauan ke SPBU di Sipirok, Tapanuli Selatan, untuk mengecek ketersediaan BBM dan berdialog dengan masyarakat. Yuliot menekankan pentingnya pengawasan lapangan agar kebijakan B50 berjalan sesuai rencana dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Peninjauan ini merupakan bagian dari agenda kerja di Sumatera Utara, termasuk kunjungan ke PLTA Batang Toru dan PLTP Sarulla. Pemerintah berkomitmen menjaga pasokan BBM tetap stabil untuk mendukung aktivitas sehari-hari masyarakat yang bergantung pada kendaraan.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait