Wamen ESDM Wanti-wanti Anggaran Subsidi Energi Bisa Jebol hingga Rp300 Triliun
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung memperingatkan bahwa gejolak geopolitik dan kenaikan harga energi global dapat menambah beban subsidi serta kompensasi energi hingga Rp300 triliun, sehingga totalnya mencapai sekitar Rp700 triliun dari kisaran awal Rp400 triliun. Beban tambahan ini berpotensi menekan pembiayaan defisit APBN 2026, terutama pada sektor BBM, listrik, dan LPG. Yuliot menyoroti risiko pasokan energi akibat konflik seperti AS-Iran dan Rusia-Ukraina yang dapat memicu gangguan rantai pasok dan kenaikan biaya energi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 2 September 2026 pukul 13.36
Subsidi & Kompensasi Energi 2026 Terancam Melonjak 2 Kali Lipat Jadi Rp 700 T
SINDOnews · 2 September 2026 pukul 16.12
Subsidi Energi dan Kompensasi Bisa Tembus Rp700 Triliun, Bagaimana Kondisi APBN?
CNN Indonesia · 2 September 2026 pukul 11.04
Wamen ESDM Ungkap Dampak Besar APBN Jika RI Tak Beralih ke EBT
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 13.30
Konflik Geopolitik Ancam APBN, Subsidi Energi Diprediksi Naik Rp 300 Triliun
Berita terkait
Pengamat dorong digitalisasi BBM subsidi untuk tekan beban APBN
ANTARA News · 2 September 2026 pukul 16.09
Wamen ESDM Sebut Pertamax Ikut Harga Pasar
Liputan6.com · 2 September 2026 pukul 15.50
Kuota LPG 3 Kg Diproyeksikan Jebol, Subsidi Membengkak Rp 7 Triliun
Liputan6.com · 1 September 2026 pukul 11.21
Harga BBM Non-Subsidi Naik Lagi, Cek Rincian Harga Pertamax Turbo hingga Pertamina Dex Terbaru
Warta Ekonomi · 1 September 2026 pukul 07.15