Pengamat: Jokowi Merasa Terisolasi dan Ditinggalkan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pengamat politik Hendri Satrio menilai langkah Presiden ke-7 RI Joko Widodo bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada September 2026 sebagai upaya membangun kekuatan politik baru. Langkah ini tidak serta-merta menandakan putusnya hubungan dengan Presiden Prabowo Subianto, namun menunjukkan keinginan Jokowi untuk memiliki jalur politik mandiri.
Hensa menduga keputusan tersebut dipicu perasaan terisolasi dan ditinggalkan oleh kekuatan politik lain, terutama saat pembahasan ambang batas parlemen. Dengan bergabung ke PSI, Jokowi ingin menegaskan bahwa dirinya masih memiliki kendaraan politik yang diperhitungkan dan tidak boleh diremehkan dalam peta politik nasional.
Bagikan
Berita terkait
Pintarnya Jokowi Memilih PSI Dibanding Partai Lain, Ini Tiga Alasannya
Warta Ekonomi · 3 Oktober 2026 pukul 06.45
Jokowi Dinilai Paling Siap Hadapi 2029
Warta Ekonomi · 3 Oktober 2026 pukul 06.30
Bukan Pecah Kongsi! Pengamat Ungkap Strategi Mengejutkan Jokowi dan Prabowo yang Sebenarnya
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 12.05
Jokowi Mulai Sadari 'Permusuhannya' dengan Prabowo: Makanya Pengumumannya di Jabar, Bukan Jateng
Warta Ekonomi · 30 September 2026 pukul 11.10