Pintarnya Jokowi Memilih PSI Dibanding Partai Lain, Ini Tiga Alasannya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Jokowi memilih PSI karena tiga alasan utama. Pertama, merasa terisolasi dari lingkaran elite politik meski berkontribusi pada kemenangan Prabowo-Gibran 2024. Kedua, mengatasi tekanan politik terkait ijazah dan isu Gibran. Ketiga, memanfaatkan waktu lebih luang dengan deklarasi 2026 untuk membangun PSI menuju Pemilu 2029. Hendri Satrio menyatakan langkah ini bukan kebetulan, melainkan strategi untuk menunjukkan daya tawar politik tetap. Deklarasi ini juga dapat mempercepat konsolidasi partai lain menuju kontestasi 2029.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 1 Oktober 2026 pukul 17.29
Ingat ya, Manuver Jokowi Saat Ini Baru Langkah Awal
JPNN.com · 1 Oktober 2026 pukul 17.00
Jokowi Bangun Kekuatan dengan PSI, Ada Pesan Tersembunyi Buat Prabowo?
JPNN.com · 1 Oktober 2026 pukul 15.38
PSI Dapat Suntikan Jokowi, Demokrat-PAN-PKS Deg-degan?
JPNN.com · 1 Oktober 2026 pukul 18.07
Pengamat Sebut Modal Figur Anies Baswedan Belum Jamin Partai Gerakan Rakyat Masuk Parlemen
Berita terkait
Jokowi Dinilai Paling Siap Hadapi 2029
Warta Ekonomi · 3 Oktober 2026 pukul 06.30
PSI Tak Berhenti di Jokowi, Next Bakal Dedi Mulyadi: Mereka Butuh Sosok Capres-Cawapres...
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 12.40
Jokowi: PSI Partai Baru, tapi Sudah Banyak yang Takut
Liputan6.com · 26 September 2026 pukul 17.29
Projo: PSI dan Kami Punya Kedekatan, Tak Perlu Disangkal Sama-sama Pernah dan Tetap Pendukung Jokowi
Warta Ekonomi · 27 Agustus 2026 pukul 10.57