Peningkatan Kapasitas Pelabuhan Perlu Memperkuat Ekosistem Logistik Darat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Peningkatan kapasitas pelabuhan peti kemas perlu diikuti penguatan ekosistem logistik darat agar percepatan bongkar muat tidak memindahkan titik hambatan ke rantai distribusi berikutnya. Volume arus peti kemas nasional tumbuh positif dalam lima tahun terakhir, sehingga keterhubungan antarsimpul logistik semakin penting. Integrasi data antara terminal, perusahaan pelayaran, depo, trucking, kawasan industri, dan pemerintah perlu dioptimalkan agar aliran informasi dapat mendahului pergerakan barang.
Para ahli menekankan bahwa hambatan pada satu simpul akan berdampak pada simpul lainnya. Di Merauke, meskipun fasilitas pelabuhan sudah memadai, keterbatasan lapangan penumpukan dan gudang di belakang pelabuhan menjadi persoalan. Pengembangan angkutan kereta api juga perlu diperkuat sebagai alternatif distribusi menuju pelabuhan dan mendukung penanganan kendaraan over dimension over load (ODOD) di jalur darat.
Di sisi operasional, Pelabuhan Tanjung Emas Semarang dan TPK New Makassar menunjukkan kelancaran relatif baik, namun masih perlu optimalisasi sistem informasi dan koordinasi jadwal kapal. Pemerintah daerah dan pelindo aktif menyiapkan revitalisasi lapangan penumpukan, penambahan peralatan bongkar muat, serta kolaborasi dengan pihak terkait untuk memastikan kelancaran distribusi kontainer dari dermaga hingga sisi darat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 24 September 2026 pukul 12.49
Kapasitas Pelabuhan Naik, Rantai Logistik Darat Diperkuat
Detik.com · 24 September 2026 pukul 12.08
Kapasitas Pelabuhan Naik, Ekosistem Logistik Darat Diperkuat
Berita terkait
Arus Peti Kemas IPC TPK Tembus 2,17 Juta TEUs Per Juli 2026
JPNN.com · 14 Agustus 2026 pukul 19.23
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Tumbuh 73,7% pada Juni 2026
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 13.42
Pembukaan Rute & Layanan Baru Dongkrak Arus Peti Kemas Nasional
Detik.com · 27 Juli 2026 pukul 16.06
Emiten Prajogo (PTRO) Akuisisi Perusahaan Jasa Pelabuhan RI
CNBC Indonesia · 17 September 2026 pukul 09.50