Kapasitas Pelabuhan Naik, Perlu Perkuat Ekosistem Logistik Darat
Rangkuman gabungan dari 3 media · disusun dengan AI
Peningkatan kapasitas pelabuhan peti kemas harus diikuti penguatan ekosistem logistik darat agar tidak memindahkan hambatan ke rantai distribusi selanjutnya. Volume arus peti kemas nasional tumbuh positif dalam lima tahun terakhir, sehingga keterhubungan antarsimpul logistik menjadi kunci. Integrasi data antara terminal, pelayaran, depo, trucking, kawasan industri, dan pemerintah melalui National Logistics Ecosystem (NLE) perlu dioptimalkan. Pengembangan angkutan kereta api direkomendasikan sebagai alternatif distribusi, meskipun ada perbedaan istilah antara media (Detik.com menyebut ODOL, CNN Indonesia ODOD). Di Merauke, keterbatasan lapangan penumpukan dan gudang di belakang pelabuhan menjadi hambatan meskipun fasilitas memadai; PT SPIL Merauke melaporkan ruang penumpukan yang terbatas meningkatkan biaya logistik. Di Semarang, perputaran truk tidak kepadatan, namun jadwal kapal dan implementasi Terminal Booking System (TBS) masih perlu dioptimalkan. Di Makassar, sebagai hub distribusi kawasan timur, kelancaran tergantung koordinasi antar-operator terminal, shipping line, trucking, depo, hingga pemilik barang. Kebutuhan depo kontainer eksternal diperluas untuk mengurangi risiko komoditas pangan.
Bagikan
Menurut tiap media
Judul dan sudut masing-masing portal, apa adanya.
kumparan
Peningkatan Kapasitas Pelabuhan Perlu Memperkuat Ekosistem Logistik Darat
24 September 2026 pukul 11.44 · Baca aslinya ↗
Detik.com
Kapasitas Pelabuhan Naik, Ekosistem Logistik Darat Diperkuat
24 September 2026 pukul 12.08 · Baca aslinya ↗
CNN Indonesia
Kapasitas Pelabuhan Naik, Rantai Logistik Darat Diperkuat
24 September 2026 pukul 12.49 · Baca aslinya ↗