Jakarta · Kamis, 24 September 2026Cari
WargaKonoha

Kapasitas Pelabuhan Naik, Rantai Logistik Darat Diperkuat

Peningkatan kapasitas pelabuhan peti kemas perlu diikuti penguatan rantai logistik di sisi darat agar percepatan bongkar muat tidak memindahkan titik hambatan ke distribusi berikutnya. Peneliti UGM Kuncoro Harto Widodo menekankan pentingnya integrasi data, kapasitas SDM, dan dukungan regulasi antara terminal, pelayaran, depo, trucking, kawasan industri, dan pemerintah. Optimalkan National Logistics Ecosystem (NLE) agar informasi dapat mendahului pergerakan barang. Pengembangan angkutan kereta api juga perlu diperkuat sebagai alternatif distribusi menuju pelabuhan.

Di sisi lain, produktivitas terminal peti kemas dinilai sudah cukup baik, namun peningkatan kapasitas dermaga dan kedalaman alur tetap diperlukan untuk mengakomodasi pertumbuhan trafik kapal. Depo kontainer berperan penting sebagai buffer penyimpanan dan tempat penyimpanan kontainer kosong. Di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, perputaran truk sudah tidak mengalami kepadatan seperti awal tahun, namun masih ada persoalan seperti perubahan jadwal kapal dan implementasi Terminal Booking System (TBS) yang perlu dioptimalkan.

Di kawasan timur Indonesia, seperti Merauke dan Ambon, kebutuhan akan depo kontainer eksternal dan infrastruktur penumpukan menjadi prioritas. PT SPIL Merauke melaporkan keterbatasan ruang penumpukan yang meningkatkan biaya logistik dan risiko pada komoditas pangan. TPK Merauke menyiapkan revitalisasi lapangan penumpukan 1,4 hektare dan penambahan RTG. Di Makassar, pelabuhan berperan sebagai hub utama distribusi ke Indonesia Timur, dengan koordinasi antar-operator terminal, shipping line, trucking, depo, dan pemilik barang menjadi kunci kelancaran distribusi.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait