Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Penjualan Barang Mewah Global Merosot 10% di China

Penjualan barang mewah global di China turun lebih dari 10% pada Juli 2026, melambatkan tren dari penurunan pada Juni sekaligus menandai perubahan drastis dari kinerja kuat di awal tahun. Merek-merek seperti Louis Vuitton, Dior, Gucci, Bottega Veneta, dan Balenciaga mencatat penurunan dua digit, sementara Hermès berbalik dari pertumbuhan ke penurunan. Chanel dan Prada juga melambat secara signifikan. Penurunan ini terkait dengan kebijakan China yang mengenakan pajak atas kekayaan di luar negeri, sekaligus menekan pengeluaran konsumen kaya. China selama ini menjadi motor pertumbuhan industri barang mewah, namun persaingan semakin ketat dan konsumen kelas menengah mengurangi pengeluaran di tengah perlambatan ekonomi.

PDB China pada kuartal kedua 2026 tumbuh 4,3%, di bawah perkiraan 4,5% dan target nasional 4,5%-5%. Pertumbuhan ini melambat dari 5% pada kuartal pertama. Ekonom senior Tianchen Xu memperkirakan stimulus akan ditingkatkan pada kuartal ketiga, termasuk pemotongan suku bunga. Investasi aset tetap perkotaan turun 5,7% dalam enam bulan pertama, lebih buruk dari perkiraan. Pemerintah daerah mengalihkan sumber daya ke restrukturisasi utang, menurunkan proyek infrastruktur yang memenuhi syarat.

Penjualan ritel China tumbuh 1% pada Juni, pulih dari penurunan 0,6% pada Mei. Produksi industri naik 5,3% pada Juni, melebihi perkiraan. Namun konsumsi dan investasi swasta melemah akibat penurunan pasar properti dan harga energi tinggi. Ekonomi China kini bergulat dengan ketidakseimbangan pasokan-permintaan, dengan pertumbuhan didorong oleh AI dan ekspor, sementara sektor domestik melemah.

Berita terkait