Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Utang AS Tembus 40 Triliun Dolar, Risiko Krisis Mulai Disorot

Utang pemerintah Amerika Serikat (AS) telah melampaui 40 triliun dolar AS, hampir dua kali lipat dari sekitar 19,4 triliun dolar AS yang tercatat sekitar 10 tahun lalu. Lonjakan ini terutama disebabkan oleh pengeluaran besar selama pandemi COVID-19 dan defisit anggaran yang berkelanjutan. Pada Juli, defisit anggaran AS mencapai 432,3 miliar dolar AS, tertinggi sejak Maret 2021. Saat ini, utang federal AS setara dengan sekitar 123 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) AS.

Studi Wharton Business School, University of Pennsylvania, menunjukkan bahwa rasio utang terhadap PDB yang dapat ditanggung oleh ekonomi AS berada di sekitar 210 persen. Jika melebihi batas ini, kebijakan peningkatan pajak atas pendapatan pekerja tidak akan cukup untuk menanggungi bunga utang sesuai tingkat imbal hasil yang diminta pasar. Clay Ramsay dari University of Maryland memperingatkan bahwa krisis utang nasional dapat menimbulkan dampak antara Resesi 2008-2009 dan Depresi 1930-an, termasuk dampak jangka panjang pada ekonomi dan ketimpangan pendapatan.

Menurut model Wharton, utang AS dapat menjadi tidak berkelanjutan pada 2048 jika tren saat ini berlanjut. Namun, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menilai angka 40 triliun dolar AS tidak istimewa dan yakin pertumbuhan ekonomi dapat mengurangi beban utang. Meskipun besarnya utang, isu ini belum menjadi sorotan utama menjelang pemilu paruh waktu November.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait