Penyaluran BBM Subsidi Diperketat, Kuota Turun Tajam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah akan memperketat penyaluran BBM subsidi tahun depan, ditandai dengan penurunan kuota dari sekitar 48 juta kiloliter (KL) pada 2026 ke 20,09 juta KL pada 2027. Penurunan kuota ini sebesar 58 persen ditujukan untuk memastikan subsidi BBM lebih tepat sasaran, terutama untuk jenis Pertalite. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pembatasan ini dilakukan secara bertahap untuk menilai dampaknya terhadap perekonomian. Pemerintah juga mendapatkan dukungan dari DPR untuk mengarahkan subsidi agar hanya diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Harga Pertalite dijamin tidak akan naik meski terjadi pembatasan pembelian. Pertamina sedang mengembangkan teknologi untuk memastikan penyaluran lebih akurat sesuai kriteria yang ditetapkan. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar subsidi BBM tidak lagi dinikmati oleh masyarakat dengan kemampuan ekonomi tinggi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 21 Agustus 2026 pukul 22.11
Lagi, Pedagang Eceran BBM Bersubsidi Ditangkap Polisi
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 15.40
Pertalite Tak Lagi Bebas Dibeli? Pemerintah Siapkan Skema Berdasarkan Jenis Kendaraan
JawaPos · 21 Agustus 2026 pukul 13.31
Konsumsi Pertalite Dibatasi tapi Anggaran Subsidi Energi RAPBN 2027 Melonjak jadi Rp 272,9 Triliun
Liputan6.com · 20 Agustus 2026 pukul 20.13
Rupiah Hari Ini Menguat ke 17.748, Analis Ungkap Penyebabnya
Berita terkait
Bahlil Siapkan Formulasi Baru Buat Pemakai BBM Subsidi
CNBC Indonesia · 16 September 2026 pukul 17.10
Pertamina Siap Dukung Rencana Pembatasan Pertalite Desil 9 dan 10
CNN Indonesia · 11 September 2026 pukul 08.53
Rencana Pemerintah Batasi Pertalite buat Orang Kaya
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 07.30
Ini Dia Jenis Kendaraan yang Tidak Akan Kena Pembatasan BBM Pertalite
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 18.45