Penyaluran BBM Subsidi Diperketat, Kuota Turun Tajam
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah akan memperketat penyaluran BBM subsidi tahun depan, ditandai dengan penurunan kuota dari sekitar 48 juta kiloliter (KL) pada 2026 ke 20,09 juta KL pada 2027. Penurunan kuota ini sebesar 58 persen ditujukan untuk memastikan subsidi BBM lebih tepat sasaran, terutama untuk jenis Pertalite. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pembatasan ini dilakukan secara bertahap untuk menilai dampaknya terhadap perekonomian. Pemerintah juga mendapatkan dukungan dari DPR untuk mengarahkan subsidi agar hanya diterima oleh masyarakat yang membutuhkan. Harga Pertalite dijamin tidak akan naik meski terjadi pembatasan pembelian. Pertamina sedang mengembangkan teknologi untuk memastikan penyaluran lebih akurat sesuai kriteria yang ditetapkan. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar subsidi BBM tidak lagi dinikmati oleh masyarakat dengan kemampuan ekonomi tinggi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 17.16
BBM Subsidi Mau Dipangkas Drastis di 2027, Nasib Pertalite di Ujung Tanduk?
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 16.46
Kuota BBM Subsidi 2027 Turun Drastis, Pemerintah Ungkap Biang Keroknya
CNBC Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 15.50
Soal Pembatasan Pertalite, Bahlil: Orang Kaya Jangan Ambil Hak Rakyat!
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 14.44
Bahlil: Pembatasan Pertalite untuk Masyarakat Mampu masih Dikaji
Berita terkait
Rencana Pemerintah Batasi Pertalite buat Orang Kaya
Detik.com · 12 Agustus 2026 pukul 07.30
Ini Dia Jenis Kendaraan yang Tidak Akan Kena Pembatasan BBM Pertalite
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 18.45
Kuota BBM Subsidi Turun Tajam Tahun Depan, Ini Alasannya
Detik.com · 19 Agustus 2026 pukul 14.43
Info Terbaru dari Bahlil soal Rencana Pembatasan Pertalite bagi Desil 9-10
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 14.20