Rupiah Hari Ini Menguat ke 17.748, Analis Ungkap Penyebabnya
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3337097/original/098406000_1609328704-20201230-Rupiah-Ditutup-Menguat-6.jpg)
Rupiah menguat menjadi 17.748 per dolar AS pada Kamis (20/8/2026), naik 92 poin atau 0,52% dari 17.840. Kenaikan terutama dipicu respons pasar atas rencana pemerintah pemangkasan kuota BBM bersubsidi signifikan pada 2027. Analis Ibrahim Assuabi menyatakan kebijakan ini berpotensi menekan biaya akses BBM subsidi, terutama untuk Pertalite. Pemerintah menggunakan asumsi harga minyak menterah US$75 per barel pada 2027, berada di bawah harga pasar US$83. Investor masih hati-hati menanti data transaksi berjalan kuartal kedua, terkait defisit Q1 yang melebar ke tingkat terbesar sejak 2019 akibat gejolak Timur Tengah. Di sisi global, Treasury AS menurunkan imbal hasil 10-tahun lebih dari 5 basis poin dan 30-tahun hampir 9 basis poin setelah meningkatkan program buyback surat berharga pemerintah.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 17.07
Rupiah Menguat Dampak Rencana Pemangkasan Kuota BBM Bersubsidi
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 16.38
Rupiah Menguat ke Rp17.748, Pasar Respons Rencana Pangkas Kuota BBM Subsidi
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 21.30
Citi Indonesia Ungkap Faktor Global dan Domestik yang Dapat Menurunkan Tekanan terhadap Nilai Tukar Rupiah
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 17.50
Rupiah Meroket Efek Kebijakan BBM Pemerintah
Berita terkait
Ini Dia Jenis Kendaraan yang Tidak Akan Kena Pembatasan BBM Pertalite
CNBC Indonesia · 11 Agustus 2026 pukul 18.45
Rupiah Menguat ke Rp17.816 per Dolar AS Pagi Ini
CNN Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 09.50
Rupiah menguat dipengaruhi rencana pemangkasan kuota BBM bersubsidi
ANTARA News · 20 Agustus 2026 pukul 16.51
Rupiah Menguat ke Rp17.748 per Dolar AS Kamis Sore
CNN Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 15.59