Penyegaran Kabinet, PR Darurat Sektor Industri
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penyegaran Kabinet dengan Menteri Perindustrian baru menjadi momentum darurat untuk menyelamatkan sektor industri yang mengalami penurunan pertumbuhan. Pada KQ II 2025, pertumbuhan industri 5,48%, turun menjadi 4,5% pada KQ II 2026. Target kontribusi manufaktur ke PDB ditingkatkan dari 18,67% menjadi 21,9% pada 2029, sementara pertumbuhan ekonomi target 8% pada 2029. PMI mencapai puncak 46,9 (Juni 2026) kemudian 49,8 (Agustus 2026) dan naik menjadi 52,4 (September 2026). Dengan bobot industri 19% PDB dan pertumbuhan 4,5%, kontribusi hanya 0,86% terhadap pertumbuhan ekonomi. RAPBN 2027 masih menghadapi tantangan defisit besar dan perlu perubahan kebijakan fiskal untuk mendorong industrialisasi. Tanpa perubahan kebijakan, target pertumbuhan 7-8% akan sulit tercapai.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 1 Oktober 2026 pukul 22.22
Penyegaran Kabinet, Industri Perlu Kebijakan Baru Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6%
CNN Indonesia · 1 Oktober 2026 pukul 21.30
Wamenkeu Juda: Semua Pengambil Keputusan di Indonesia Pro-Growth
Berita terkait
Belanja Negara 2027 Melebihi Rp4.000 Triliun, Pertama Kali dalam Sejarah RI
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 14.21
Pasar Merespons Pergantian Menkeu, Konsistensi Kebijakan Fiskal Jadi Kunci
JPNN.com · 17 September 2026 pukul 20.30
Asumsi Makro RAPBN 2027 Disepakati! Ekonomi Ditarget Tumbuh 6%, Rupiah Dipatok Rp17.500
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 17.23
Asumsi Makro RAPBN 2027: Rupiah Rp17.500/US$, Defisit 2,4%
CNBC Indonesia · 2 September 2026 pukul 14.39