Penyegaran Kabinet, Industri Perlu Kebijakan Baru Kejar Pertumbuhan Ekonomi 6%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penyegaran kabinet, khususnya pergantian menteri perindustrian, dianggap momentum untuk mengubah kebijakan industri yang dinilai belum optimal. Rektor Universitas Paramadina Didik J. Rachbini menyatakan kebijakan "as usual" selama dua tahun terakhir justru menyebabkan sektor industri semakin lemah dan tidak mampu menjadi penopang pertumbuhan ekonomi. Ia menekankan perlunya perubahan arah kebijakan agar sektor industri pengolahan bisa kembali tumbuh kuat.
Pertumbuhan industri pengolahan melambat dari 5,48% pada kuartal II 2025 ke sekitar 4,5% pada kuartal II 2026, sementara pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II 2026 mencapai 5,29%. Perlambatan ini menjadi tantangan bagi target pertumbuhan ekonomi 6% pada 2027. Pemerintah dan DPR telah menetapkan asumsi pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 6% dengan strategi fiskal 2027 yang ditujukan untuk mempercepat industrialisasi dan hilirisasi.
Didik menegaskan bahwa tanpa perubahan kebijakan nyata, target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi pada tahun-tahun berikutnya tidak akan tercapai. Sektor industri perlu mendapat perhatian serius dan dukungan kebijakan yang signifikan untuk kembali menjadi motor perekonomian nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 22.35
Penyegaran Kabinet, PR Darurat Sektor Industri
Berita terkait
Strategi Purbaya Kejar Target Pertumbuhan Ekonomi 6% pada 2027
Warta Ekonomi · 2 September 2026 pukul 12.30
Airlangga Ungkap Tantangan RI Menuju Pertumbuhan 6%
Warta Ekonomi · 23 Agustus 2026 pukul 14.23
Faktor Musiman Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 5,29%
Detik.com · 6 Agustus 2026 pukul 09.51
Said Abdullah Ungkap Pertumbuhan Ekonomi Nasional Triwulan II 2026
CNN Indonesia · 6 Agustus 2026 pukul 09.23