Peredaran Uang Tunai di India Tetap Tinggi Meski Transaksi Digital Terus Tumbuh
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Peredaran uang tunai di India tetap tinggi meski penggunaan pembayaran digital terus meningkat, fenomena yang disebut 'cash paradox'. Deputi Gubernur Reserve Bank of India (RBI) Shirish Chandra Murmu menyatakan jumlah uang yang beredar terus tumbuh dengan laju dua digit, meskipun porsi uang tunai dalam transaksi individu menurun. Saat ini, RBI mencatat ada 176 miliar lembar uang kertas yang beredar, dengan mencetak 28 hingga 30 miliar lembar baru setiap tahun dan menarik sekitar 21 miliar lembar yang sudah tidak layak. Di sisi lain, transaksi digital melalui Unified Payments Interface (UPI) mencapai 1 miliar transaksi per hari. Murmu menjelaskan bahwa uang yang beredar mencakup total nilai uang kertas dan koin fisik yang dimiliki masyarakat, baik sedang digunakan maupun disimpan. India mengoperasikan empat percetakan uang dan pabrik tinta sendiri untuk menjaga kemandirian sekaligus mendorong penggunaan jaringan pembayaran instan terbesar di dunia. RBI juga sedang menguji coba uang kertas berbahan polimer pecahan 10 dan 20 rupee yang lebih awet dan bisa mengurangi biaya penggantian.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 15 September 2026 pukul 16.40
Fenomena 'Cash Paradox' di India, 176 Miliar Uang Kertas Beredar
Berita terkait
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 330 Kg Emas, Jaringannya dari China-India
Detik.com · 15 September 2026 pukul 16.35
Tren Microtransaction Game: Kemudahan Transaksi Digital dan Risiko Pengeluaran Implusif
Media Indonesia · 15 September 2026 pukul 12.24
Nasib Miris Xiaomi: Jualan HP Tak Laku, Kena Kasus Penipuan
CNBC Indonesia · 14 September 2026 pukul 18.00
Prabowo Tiba di Tanah Air Usai Hadiri KTT BRICS 2026 di India
Media Indonesia · 14 September 2026 pukul 09.50