Jakarta · Jumat, 28 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Pergerakan rupiah diprediksi "sideways" jelang pidato Gubernur The Fed

Chief Economist Permata Bank Josua Pardede memperkirakan rupiah akan bergerak sideways pada Jumat, di tengah ketidakpastian pasar yang menantikan pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh dalam acara Jackson Hole Economic Policy Symposium. Rupiah dibuka kuat 0,15 persen atau 26 poin menjadi Rp17.718 per dolar AS, dengan proyeksi rentang gerak Rp17.675-Rp17.775 per dolar AS. Pasar sangat memperhatikan petunjuk kebijakan moneter The Fed yang mungkin muncul dari pidato Warsh, terutama menjelang pertemuan FOMC pada September 2026.

Sentimen positif juga berasal dari data indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS yang naik 0,2 persen secara bulanan, melampaui ekspektasi pasar. Indeks PCE inti yang tidak termasuk makanan dan energi juga menunjukkan kenaikan 0,2 persen bulanan dan 3,3 persen tahunan. Namun, tekanan masih ada dari fluktuasi harga energi akibat ketegangan geopolitik global yang belum mereda, khususnya pada harga minyak mentah.

Analis menilai kombinasi faktor eksternal ini akan terus memengaruhi arah rupiah dalam beberapa sesi ke depan, sebelum keputusan kebijakan moneter The Fed memberikan arah yang lebih jelas bagi pasar.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait