Pergerakan rupiah diprediksi "sideways" jelang pidato Gubernur The Fed
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Chief Economist Permata Bank Josua Pardede memperkirakan rupiah akan bergerak sideways pada Jumat, di tengah ketidakpastian pasar yang menantikan pidato Gubernur The Fed Kevin Warsh dalam acara Jackson Hole Economic Policy Symposium. Rupiah dibuka kuat 0,15 persen atau 26 poin menjadi Rp17.718 per dolar AS, dengan proyeksi rentang gerak Rp17.675-Rp17.775 per dolar AS. Pasar sangat memperhatikan petunjuk kebijakan moneter The Fed yang mungkin muncul dari pidato Warsh, terutama menjelang pertemuan FOMC pada September 2026.
Sentimen positif juga berasal dari data indeks pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS yang naik 0,2 persen secara bulanan, melampaui ekspektasi pasar. Indeks PCE inti yang tidak termasuk makanan dan energi juga menunjukkan kenaikan 0,2 persen bulanan dan 3,3 persen tahunan. Namun, tekanan masih ada dari fluktuasi harga energi akibat ketegangan geopolitik global yang belum mereda, khususnya pada harga minyak mentah.
Analis menilai kombinasi faktor eksternal ini akan terus memengaruhi arah rupiah dalam beberapa sesi ke depan, sebelum keputusan kebijakan moneter The Fed memberikan arah yang lebih jelas bagi pasar.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 11.00
Rupiah Melemah ke 17.775 per Dolar AS, Pasar Tunggu Pidato The Fed
JawaPos · 27 Agustus 2026 pukul 07.30
Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp 17.760, Pasar Soroti Data PCE AS dan Suku Bunga The Fed
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 09.09
Rupiah Dibuka Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Rp17.710
CNBC Indonesia · 28 Agustus 2026 pukul 08.33
Bursa Asia Variatif, Investor Nantikan Keputusan Suku Bunga The Fed
Berita terkait
Rupiah melemah seiring indeks PCE AS sesuai konsensus pasar
ANTARA News · 27 Agustus 2026 pukul 17.42
Rupiah Ditutup Loyo, Dolar AS Naik ke Rp17.865
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 15.09
Rupiah Gagal Menanjak, USD Sore Lompat ke Level Rp 18.111
JPNN.com · 30 Juli 2026 pukul 19.19
Rupiah Hari Ini Loyo ke 17.744 Tersengat Data Ekonomi AS
Liputan6.com · 27 Agustus 2026 pukul 20.15