Rupiah Berpotensi Melemah ke Rp 17.760, Pasar Soroti Data PCE AS dan Suku Bunga The Fed
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan melemah kembali pada perdagangan Kamis (27/8) setelal ditutup melemah tipis 2 poin menjadi Rp 17.725 per dolar AS pada Rabu (26/8). Pengamat mata uang Ibrahim Assuaibi menyatakan pergerakan rupiah dipengaruhi oleh sentimen dalam dan luar negeri. Secara luar negeri, pasar menantikan laporan data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS dan kebijakan The Federal Reserve, yang menjadi indikator penting untuk menilai peluang perubahan suku bunga. Presiden The Fed Boston Susan Collins menyatakan dukungan mempertahankan suku bunga, namun keputusan bergantung pada inflasi menuju target 2 persen. Secara dalam negeri, Gubernur Sementara Bank Indonesia Destry Damayanti menilai siklus ekonomi domestik belum optimal dan menekankan perlunya akselerasi sektor untuk mendorong pertumbuhan melalui optimalisasi peran perbankan nasional.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNBC Indonesia · 27 Agustus 2026 pukul 09.08
Rupiah Dibuka Loyo, Nilai Tukar Dolar AS Naik ke Rp17.750
Liputan6.com · 26 Agustus 2026 pukul 18.30
Rupiah Melemah Tipis ke 17.725 per Dolar AS, Sinyal The Fed Jadi Penentu
ANTARA News · 26 Agustus 2026 pukul 16.25
Rupiah melemah jelang pidato Ketua The Fed di Simposium Jackson Hole
CNBC Indonesia · 26 Agustus 2026 pukul 15.09
Rupiah Ditutup Menguat Tipis, Dolar AS Turun ke Rp17.695
Berita terkait
Nilai Tukar Rupiah Dibuka Menguat, Dolar AS Turun ke Rp17.680
CNBC Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 09.05
Rupiah Menguat 4 Hari Beruntun, Dolar AS Turun ke Rp17.750
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 15.06
Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp18.000 Lagi
CNBC Indonesia · 4 Agustus 2026 pukul 09.04
Rupiah Hari Ini Merosot ke 18.083 per Dolar AS, Pasar Menanti Putusan The Fed
Liputan6.com · 28 Juli 2026 pukul 19.46