Perluas Ekspor ke Amerika Latin, Barantin Gandeng Uruguay
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Karantina Indonesia (Barantin) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Kementerian Peternakan, Pertanian, dan Perikanan Uruguay untuk bidang sanitari dan fitosanitari (SPS). Kegiatan ini bertujuan memperluaskan akses pasar ekspor komoditas Indonesia ke Amerika Selatan. Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, menyatakan kerja sama ini sebagai langkah strategis untuk meningkatkan perdagangan produk pertanian, perikanan, dan peternakan Indonesia di kawasan tersebut. MoU ini mencakup harmonisasi standar SPS, sertifikasi elektronik (e-cert), analisis risiko, dan persyaratan teknis karantina. Selain itu, kedua negara juga menandatangani kesepakatan teknis termasuk Mutual Recognition Arrangement (MRA) sektor perikanan, protokol karantina ekspor kaviar, dan persyaratan fitosanitari ekspor jeruk segar dari Uruguay. Dengan prospek ekonomi yang besar, Barantin berkomitmen mengawal implementasi melalui penguatan sistem biosekuriti dan pelayanan sertifikasi yang memberikan kepastian bagi pelaku usaha.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 21 Agustus 2026 pukul 13.15
19 Eksportir Walet Masih Kena Suspend Barantin Gegara Zat Terlarang
Media Indonesia · 20 Agustus 2026 pukul 19.50
Barantin Jajaki Perluasan Ekspor Indonesia ke Uruguay
Berita terkait
Barantin Ungkap Ekspor Florikultura RI Tembus Rp3,51 Triliun
Media Indonesia · 17 September 2026 pukul 14.08
Amerika Latin Anggap China Lebih Baik daripada AS
SINDOnews · 3 Oktober 2026 pukul 21.08
Ekonomi Vietnam Ngegas 9,95 Persen, Rekor Tercepat Sejak Pandemi
CNN Indonesia · 3 Oktober 2026 pukul 19.10
Thailand Kini Gunakan AI untuk Meningkatkan Kualitas Durian
CNN Indonesia · 3 Oktober 2026 pukul 18.33