Barantin Jajaki Perluasan Ekspor Indonesia ke Uruguay
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Badan Karantina Indonesia (Barantin) menandatangani MoU dengan Uruguay dalam bidang sanitari dan fitosanitari (SPS) untuk memperluas akses pasar komoditas Indonesia ke Amerika Selatan. Kerja sama mencakup standar kesehatan hewan, perlindungan tumbuhan, e-certifikasi, dan harmonisasi teknis. Kepala Barantin, Abdul Kadir Karding, menyatakan MoU ini memberikan kepastian bagi pelaku usaha dan memperkuat kepercayaan pada sistem karantina Indonesia. Sepanjang 2024-Juli 2026, 27 komoditas unggulan Indonesia telah menembus pasar Uruguay seperti kelapa parut, tepung kelapa, dan ikan tetra. Nilai ekspor Indonesia ke Uruguay Rp120,4 miliar, sementara impor Rp507,9 miliar. Barantin berharap neraca perdagangan lebih proporsional dengan fokus pada produk pertanian, perikanan, dan peternakan seperti sarang burung walet.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 20 Agustus 2026 pukul 22.15
Perluas Ekspor ke Amerika Latin, Barantin Gandeng Uruguay
Berita terkait
Barantin dan Selandia Baru Perkuat Biosekuriti, Buka Akses Pasar Komoditas Indonesia
VOI · 1 September 2026 pukul 12.42
Tok! G20 Tolak Komoditas Pangan Jadi Alat Ancaman Politik
CNBC Indonesia · 4 Oktober 2026 pukul 06.15
Ekonomi Vietnam Lari Kencang, Meroket 9,95% di Kuartal III 2026
SINDOnews · 3 Oktober 2026 pukul 20.15
China Mendadak Bangun 'Hong Kong' Baru Bernilai Rp2.000 T
CNBC Indonesia · 3 Oktober 2026 pukul 19.15