Jakarta · Jumat, 11 September 2026Cari
WargaKonoha

Permintaan Batu Bara Dunia Diproyeksi Melemah, Kecuali dari Negara Ini

Permintaan batu bara global diproyeksikan melemah dalam lima tahun ke depan seiring peningkatan penggunaan energi terbarukan, namun peluang pertumbuhan masih tersedia di India dan Asia Tenggara, khususnya pada 2027. China dan India diperkirakan akan tetap menjadi pasar ekspor utama batu bara Indonesia. Menurut Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM Tri Winarno, pasar global cenderung mengalami penurunan tipis, sementara India dan kawasan Asia masih memberikan ruang bagi pertumbuhan.

Ekspor batu bara Indonesia pada 2025 mencapai 390,93 juta ton dengan nilai US$24,48 miliar, mengalami penurunan 19,70% secara tahunan dibandingkan 2024. India menjadi tujuan ekspor terbesar dengan 100,24 juta ton (US$4,97 miliar), diikuhi China dengan 81,79 juta ton (US$4,58 miliar). Produksi nasional mencapai 817,48 juta ton, dengan 63,89% dialokasikan untuk ekspor, 30,2% untuk kebutuhan domestik, dan 5,9% sebagai stok.

Menghadapi proyeksi melemahnya permintaan global, pemerintah tidak lagi fokus pada peningkatan volume produksi, tetapi menyeimbangkan produksi dengan kebutuhan pasar. Target produksi batu bara untuk 2026 ditetapkan sekitar 600 juta ton melalui RKAB 2026, lebih rendah dari realisasi 2025. Pemerintah juga mendorong peningkatan efisiensi, penekanan pada aspek ESG, dan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah batu bara secara domestik.

Peristiwa ini diliput 3 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait