Jakarta · Sabtu, 12 September 2026Cari
WargaKonoha

Pertamina Berharap Tensi Geopolitik Mereda, Bisa Tekan Harga BBM di RI

Pertamina berharap konflik militer di Timur Tengah, khususnya antara AS dan Iran, dapat mereda untuk mencegah kenaikan lebih lanjut harga minyak dunia yang berdampak pada harga BBM di Indonesia. Direktur Pemasaran Ritel Pertamina Patra Niaga, Eko Ricky Susanto, menyampaikan bahwa jika harga minyak tidak turun dari kisaran USD 60-70 per barel, harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax dan Pertamina Dex berpotensi naik hingga Rp 18.000-Rp 20.000 per liter. Menurutnya, dampak perang di Timur Tengah lebih signifikan dibandingkan konflik Ukraina-Rusia karena penutupan Selat Hormuz yang mengganggu jalur perdagangan energi global.

Eko menekankan bahwa ketidakpastian pasokan dan ketidakstabilan harga minyak akibat perang di Timur Tengah tidak hanya memengaruhi ketersediaan energi, tetapi juga menyulitkan prediksi harga. Di sisi lain, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menjamin bahwa harga BBM bersubsidi tetap terjaga hingga akhir tahun, meskipun harga minyak dunia kembali melebihi USD 100 per barel. Hal ini didukung oleh rata-rata Indonesia Crude Price (ICP) yang masih berada di kisaran USD 85-90 per barel hingga September 2026.

ICP bulan Agustus 2026 mencapai USD 89,43 per barel, naik sekitar USD 7,75 dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di USD 81,68 per barel. Kenaikan ini sebagian dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik yang mendorong naiknya harga minyak global selama Agustus 2026.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait