Pertamina Patra Niaga Prediksi Konsumsi BBM Capai 88 Juta KL pada 2026
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pertamina Patra Niaga memproyeksikan konsumsi BBM di Indonesia mencapai 88 juta KL pada 2026, naik dari 70 juta KL dalam 4-5 tahun terakhir menjadi 84 juta KL. Direktur Perencanaan Harsono Budi Santoso menyatakan ketergantungan terhadap BBM import dan minyak mentah membuat ketahanan energi Indonesia sangat rawan. Untuk mengatasi hal ini, Pertamina telah melakukan transisi energi sejak 2008 melalui pengembangan biodiesel (B2,5 hingga B50) dan mulai mencampur 5% bioetanol ke BBM Pertamax Green 95 yang tersebar di lebih 180 SPBU. Pengembangan bioetanol diarahkan pada peningkatan kadar campuran, distribusi luas, dan varian produk baru seperti RON 92. Satu pabrik etanol di Banyuwangi dengan kapasitas 30.000 KL diproyeksikan beroperasi dalam 2 tahun ke depan, namun membutuhkan dukungan regulasi, pricing policy, infrastruktur, dan bahan baku.
Bagikan
Berita terkait
Pertamina NRE Prediksi Konsumsi BBM Capai 88 Juta KL pada 2026
CNN Indonesia · 3 September 2026 pukul 10.03
Tingkatkan Kapasitas Produksi Migas, Pertamina Hulu Rokan Resmi Operasikan EPF Libo GS
Warta Ekonomi · 29 Agustus 2026 pukul 09.00
Pertamina Pastikan Infrastruktur Blending dan Distribusi B50 Siap
Detik.com · 28 Agustus 2026 pukul 16.17
Pertamina Ungkap Dampak B50 & Bioetanol: Ciptakan 2,1 Juta Lapangan Kerja
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 20.23