Jakarta · Rabu, 2 September 2026Cari
WargaKonoha

Wamen ESDM: Pertamax ikuti harga pasar minyak dunia

Wakil Menteri ESDM Yuliot menyatakan bahwa harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax mengikuti harga pasar minyak dunia, dengan rumus biaya pokok penyediaan (BPP) ditambah margin keuntungan. Pada 1 September 2026, Pertamina menaikkan harga beberapa BBM nonsubsidi, termasuk Dexlite dari Rp19.700 ke Rp23.700 per liter, Pertamina Dex dari Rp21.150 ke Rp25.200 per liter, Pertamax Turbo dari Rp18.300 ke Rp19.600 per liter, dan Pertamax Green 95 dari Rp16.600 ke Rp19.150 per liter. Harga Pertamax tetap di Rp15.950 per liter sejak 1 Agustus 2026, sementara BBM subsidi seperti Pertalite dan Biosolar tidak berubah.

Kenaikan harga ini sejalan dengan lonjakan harga minyak mentah global. Kontrak berjangka minyak Brent naik 1,48 persen menjadi 96,65 dolar AS per barel, sementara WTI naik 1,98 persen menjadi 92,20 dolar AS per barel. Lonjakan ini didorong oleh ketegangan geopolitik, termasuk serangan AS dan Iran. Pada akhir Agustus 2026, harga Brent sempat turun ke sekitar 86,2 dolar AS per barel, menunjukkan fluktuasi yang signifikan dalam pasar minyak dunia.

Yuliot menekankan bahwa mekanisme penetapan harga BBM nonsubsidi dirancang untuk mencerminkan kondisi pasar global, memastikan keberlanjutan operasional Pertamina. Namun, kebijakan ini berdampak langsung pada beban konsumen, terutama di tengah tekanan inflasi dan ketidakpastian harga energi global.

Diberitakan juga oleh


Berita terkait