Harga Minyak Sentuh US$91, Perang AS - Iran Kembali Jadi Ancaman
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Harga minyak dunia naik ke US$91,21 per barel untuk Brent dan US$84,99 untuk WTI pada 18 Agustus 2026. Kenaikan terjadi setelah masa gencatan senjata AS-Iran berakhir, memicu kekhawatiran gangguan pasokan minyak di Timur Tengah. Dalam dua minggu, Brent melonjak 10,6% dari US$82,49, sementara WTI naik 10% dari US$77,29. Penyebab utama adalah peningkatan premi risiko geopolitik. Pasar juga terpengaruh oleh kenaikan imbal hasil obligasi AS (10-tahun 4,73%, 30-tahun 5,31%) dan penurunan jualan ritel AS yang memicu sentimen risk-off.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 10.33
Harga Minyak Dunia Mendidih ke US$91 usai Harapan Damai AS-Iran Redup
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.30
Harga Minyak Dunia Diprediksi Tembus US$90 per Barel Pekan Depan
Media Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 17.22
IHSG Hari Ini Ditutup Melemah Dipicu Kondisi Geopolitik AS - Iran
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 16.54
Harga Minyak Brent Mendekati US$91, Pasokan Global Terancam Terganggu
Berita terkait
Harga Minyak Mentah Naik 1 Persen, Belum Ada Tanda Kesepakatan Damai Iran-AS
kumparan · 29 September 2026 pukul 08.51
Harga Minyak Berangsur Turun, Pasar Pantau Peluang Gencatan Senjata AS-Iran
Warta Ekonomi · 25 September 2026 pukul 08.39
Geopolitik Memanas, Harga Minyak Dunia Diproyeksi Tembus US$102,50 per Barel
Warta Ekonomi · 20 September 2026 pukul 14.00
Harga Minyak Turun 1%, Pasar Mulai Redam Kekhawatiran Gangguan Pasokan Timur Tengah
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 09.17