Perusahaan Game Idol Jepang Bangkrut, Biaya Pengembangan yang Tinggi Jadi Sebab
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

ODD No. Inc., perusahaan Jepang pengembang aplikasi game bertema idola remaja virtual seperti *Link! Like! Lovelive!*, mengajukan bangkrut pada bulan Agustus 2024. Menurut Tokyo Shoko Research Ltd., perusahaan berbasis di Tokyo ini memiliki kewajiban utang sebesar 10,7 miliar yen (setara Rp 1,19 triliun), menjadikannya kasus kebangkrutan terbesar di Jepang sepanjang tahun ini dari segi nilai utang. Meskipun berhasil menarik banyak pengguna, biaya pengembangan yang tinggi menjadi kendala utama yang mencegah perusahaan meraih keuntungan. Proses kebangkrutannya ditangani oleh firma hukum Linuma & Partners.
Bagikan
Berita terkait
1.000 Perusahaan Jepang Bangkrut dalam Sebulan, Ada Apa?
CNBC Indonesia · 13 Agustus 2026 pukul 14.02
Tsunami Kebangkrutan, 1.000 Perusahaan Jepang Gulung Tikar
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 20.10
Bukan Roket atau Peluru, "Hantu" Ini Bisa Bikin Iran Runtuh dari Dalam
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 22.00
Kulkas Manusia Made in Jepang, Ternyata Lebih Hemat dari AC
CNBC Indonesia · 18 Agustus 2026 pukul 20.20