1.000 Perusahaan Jepang Bangkrut dalam Sebulan, Ada Apa?
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Juli 2026, Jepang mencatat 1.028 kasus kebangkrutan, naik 6,9% dari tahun sebelumnya. Angka ini mencapai 1.000 kasus dua bulan berturut-turut, didorong oleh keterbatasan tenaga kerja dan inflasi. Total kewajiban perusahaan yang bangkrut mencapai 236,3 miliar yen (Rp 26,9 triliun), naik 41,4%. Sektor informasi dan komunikasi mengalami lonjakan 62,5%, terutama perusahaan software terkena dampak AI. Kebangkrutan akibat kenaikan upah mencapai 63 kasus, dua kali lipat dari 2025. Sektor jasa menjadi paling terkena dengan 342 kasus. Perusahaan kecil (kewajiban <100 juta yen) menyumbang hampir 80% kasus kebangkrutan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
CNN Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 14.50
1.000 Perusahaan Jepang Gulung Tikar per Juli 2026
Berita terkait
Tsunami Kebangkrutan, 1.000 Perusahaan Jepang Gulung Tikar
CNBC Indonesia · 12 Agustus 2026 pukul 20.10
Perusahaan Jepang Hati-Hati Gunakan AI, Ada Faktor Tak Terduga
Liputan6.com · 16 Agustus 2026 pukul 09.11
Jepang Mau Bikin Pusat Data AI Terbesar di Prefektur Akita, Dilirik Investor UEA
kumparan · 16 Agustus 2026 pukul 04.00
Jepang Larang Profesi Ini Diganti AI, Terancam Tak Bisa Kerja
CNBC Indonesia · 10 Agustus 2026 pukul 09.20