Perusahaan Terbesar di Dunia Tebar Dividen Malah Jadi Petaka
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Vereenigde Oost-Indische Compagnie (VOC), yang diakui sebagai perusahaan publik pertama di dunia, pernah menyebabkan krisis pasar akibat pembagian dividennya. VOC mulai menjual saham pada Agustus 1602 dengan 1.143 orang investor di Bursa Efek Amsterdam. Pada April 1610, VOC membagikan dividen pertamanya sebesar 75% dari nilai nominal saham, namun tidak dalam bentuk uang tunai melainkan komoditas rempah-rempah seperti lada dan pala. Banyak investor menjual kembali rempah-rempah tersebut di pasar Amsterdam, menyebabkan pasokan melonjak dan harga rempah-rempah anjlok drastis. Akibatnya, direksi VOC mengubah mekanisme pembagian dividen sejak 1623 untuk menggabungkan uang tunai dan komoditas. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa nilai pasar VOC jika dihitung dengan nilai hari ini mencapai US$7-8 triliun. Setelah perubahan mekanisme, VOC membagikan dividen setiap dua hingga enam tahun sekali.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Detik.com · 11 Agustus 2026 pukul 09.21
TAPG Bagi Dividen Rp1,19 T, CMRY dan IFSH Catat Kinerja Positif
Detik.com · 10 Agustus 2026 pukul 13.09
Airlangga Sebut VOC Perusahaan Tercatat Pertama di Bursa
Berita terkait
Video; Tarik Dana Asing, Pasar Modal RI Masih Butuh Katalis Positif
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 18.01
MNC Sekuritas dan Gerbangtara Dukung Literasi Pasar Modal di IKN
SINDOnews · 16 Agustus 2026 pukul 17.27
Di Luar Nalar, Segini Keuntungan Belanda Selama Jajah Indonesia
CNBC Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 08.45
Presiden Prabowo: OJK Lakukan Reformasi Terbesar di Pasar Modal
Detik.com · 15 Agustus 2026 pukul 13.59