Pinjol Meledak 25%, Ferry Latuhihin: Pertumbuhan Ekonomi Tak Terasa di Rakyat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ekonom senior Ferry Latuhihin menyoroti ketimpangan antara pertumbuhan ekonomi Indonesia yang dicatat BPS pada 5,45% dan kondisi riil masyarakat. Ia menunjukkan data daya beli masyarakat yang menurun, angka pinjaman online (pinjol) yang naik 25,88%, dan kenaikan gaji buruh hanya 1,7% secara real. Menurutnya, pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak terasa oleh sebagian besar rakyat, melainkan hanya dirasakan oleh kelompok tertentu seperti pemilik program Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ferry menegaskan bahwa gaji buruh yang naik hanya 1,7% sementara pertumbuhan ekonomi mencapai 5,45% menunjukkan adanya ketimpangan yang perlu diperhatikan. Ia mempertanyakan siapa sebenarnya pihak yang menikmati pertumbuhan tersebut di tengah kondisi kehidupan masyarakat yang kesulitan.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 6 September 2026 pukul 07.25
Desil Kuantil
Berita terkait
Ferry Latuhihin: Pemerintah Lupa Tugas Utama, Bukan Bagi-Bagi Makanan tapi Ciptakan Lapangan Kerja
Warta Ekonomi · 5 September 2026 pukul 10.20
Celios: Pengukuran Ekonomi Melalui Desil Berpotensi Perlebar Ketimpangan
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 16.47
Kemerdekaan dan Paradoks Pembangunan
Media Indonesia · 14 Agustus 2026 pukul 06.35
Menkeu AS Klaim Jurang Kaya-Miskin Makin Menyempit, Faktanya Lebih Kompleks
SINDOnews · 7 Agustus 2026 pukul 14.47