Menkeu AS Klaim Jurang Kaya-Miskin Makin Menyempit, Faktanya Lebih Kompleks
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengklaim ketimpangan ekonomi antara kelompok kaya dan miskin di AS mulai menyempit. Pernyataan itu disampaikan saat inflasi dan biaya hidup masih membebani mayoritas masyarakat. Dalam wawancara dengan CNBC, Bessent menolak anggapan bahwa AS masih berada dalam kondisi K-shaped economy, yaitu kondisi yang digambarkan membuat kelompok kaya semakin sejahtera sementara kelompok berpenghasilan rendah semakin terpuruk.
Bessent menyebut perekonomian AS kini bergerak menuju C-shaped economy, di mana pekerja berpenghasilan rendah mulai mengejar ketertinggalan. Ia mengutip data yang menunjukkan 25% pekerja dengan upah terendah mencatat pertumbuhan upah riil sebesar 2%. Ia menegaskan, "Era K-shaped economy sudah berakhir."
Klaim ini disampaikan di tengah tingginya beban inflasi dan melonjaknya biaya hidup yang masih dirasakan masyarakat Amerika Serikat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Liputan6.com · 8 Agustus 2026 pukul 14.08
Harga Pangan 8 Agustus 2026: Cabai Rawit Merah Tembus Rp 59.650 per Kg
CNBC Indonesia · 7 Agustus 2026 pukul 13.35
Jurang Si Kaya dan Miskin di Jakarta, Jawa Barat hingga Maluku Melebar
CNBC Indonesia · 5 Agustus 2026 pukul 20.25
Hore! Pemerintah Tebar Paket Insentif Ekonomi di Semester II-2026
Liputan6.com · 5 Agustus 2026 pukul 19.35
Sinyal Positif Ekonomi RI: Pengangguran Turun 24 Ribu Orang
Berita terkait
Ekonomi Tertekan, Warga Argentina Barter Barang Demi Dapat Makanan
kumparan · 17 Agustus 2026 pukul 19.00
Gawat, Cadangan Emas RI Mengkhawatirkan, Kalah Jauh dari Negara Lain
JPNN.com · 17 Agustus 2026 pukul 12.08
Jika Harga Jasa Kupas Bawang Rp700 ribu, Berapa Harga Bawangnya? Ini Harga Enam Bulan Terakhir di Berbagai Daerah
Warta Ekonomi · 17 Agustus 2026 pukul 09.25
Rupiah Diprediksi Berpotensi Melemah pada Senin
Media Indonesia · 16 Agustus 2026 pukul 16.40