Celios: Pengukuran Ekonomi Melalui Desil Berpotensi Perlebar Ketimpangan
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Penggunaan sistem desil untuk mengukur kemampuan ekonomi masyarakat berpotensi memperlebar ketimpangan, khususnya pada kelompok desil 9 hingga 10. Menurut Nailul Huda dari pusat kajian ekonomi Celios, keluarga dengan pengeluaran bulanan Rp 11-12 juta hingga di atas Rp 50 juta tetap dikelompokkan dalam satu desil yang sama, sehingga ketimpangan ekonomi di dalamnya tidak tercermin dengan jelas. Hal ini berbeda dengan desil 1 hingga 6, di mana tingkat pengeluaran relatif lebih serupa satu sama lain.
Akibatnya, klasifikasi berdasarkan desil dapat menghambat ketepatan sasaran program bantuan sosial pemerintah. Nailul menyoroti bahwa masyarakat yang sebenarnya masih kesulitan dana bisa tertampan sebagai kelompok "kaya" hanya karena ditempatkan dalam desil yang sama dengan kelompok yang jauh lebih mampu. Untuk menghindari hal tersebut, ia menyarankan agar pemerintah melakukan pengelompokan yang lebih rinci, terutama untuk desil 6 hingga 10, agar kebijakan bantuan dapat lebih tepat sasaran.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
JPNN.com · 24 Agustus 2026 pukul 15.45
Walkot Bandung Ungkap Kelompok Warga Paling Rentan Kehilangan Bansos
Media Indonesia · 24 Agustus 2026 pukul 16.34
Potret Pekerja, Kondisi Ekonomi Tak Berubah tapi Desil Naik
Media Indonesia · 23 Agustus 2026 pukul 14.30
BPS Jelaskan soal Desil dalam DTSEN
Detik.com · 22 Agustus 2026 pukul 17.09
DTSEN Jadi Rujukan Bersama, BPS Jelaskan Arti Desil
Berita terkait
ASPIRASI Desak Pemerintah Evaluasi Total Sistem Desil Kesejahterahan
JawaPos · 24 Agustus 2026 pukul 15.46
Desil 1 sampai 10 Artinya Apa? Kenali Kategori Kesejahteraan Keluarga
Liputan6.com · 17 Agustus 2026 pukul 16.20
Ekonom UGM: Desil 9 dan 10 Tak Selalu Cerminkan itu Orang Kaya
Warta Ekonomi · 21 Agustus 2026 pukul 17.38
FOTO: Bukan Sultan, Ini Arti Sebenarnya Desil 9 dan 10
CNN Indonesia · 19 Agustus 2026 pukul 22.45