Jakarta · Senin, 24 Agustus 2026Cari
WargaKonoha

Celios: Pengukuran Ekonomi Melalui Desil Berpotensi Perlebar Ketimpangan

Penggunaan sistem desil untuk mengukur kemampuan ekonomi masyarakat berpotensi memperlebar ketimpangan, khususnya pada kelompok desil 9 hingga 10. Menurut Nailul Huda dari pusat kajian ekonomi Celios, keluarga dengan pengeluaran bulanan Rp 11-12 juta hingga di atas Rp 50 juta tetap dikelompokkan dalam satu desil yang sama, sehingga ketimpangan ekonomi di dalamnya tidak tercermin dengan jelas. Hal ini berbeda dengan desil 1 hingga 6, di mana tingkat pengeluaran relatif lebih serupa satu sama lain.

Akibatnya, klasifikasi berdasarkan desil dapat menghambat ketepatan sasaran program bantuan sosial pemerintah. Nailul menyoroti bahwa masyarakat yang sebenarnya masih kesulitan dana bisa tertampan sebagai kelompok "kaya" hanya karena ditempatkan dalam desil yang sama dengan kelompok yang jauh lebih mampu. Untuk menghindari hal tersebut, ia menyarankan agar pemerintah melakukan pengelompokan yang lebih rinci, terutama untuk desil 6 hingga 10, agar kebijakan bantuan dapat lebih tepat sasaran.

Peristiwa ini diliput 2 media — baca rangkuman gabungannya

Diberitakan juga oleh


Berita terkait