PKS: Pemerintah Harus Jujur Soal Dampak Perang Iran-Amerika, Jangan Bebankan ke Rakyat
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta pemerintah jujur mengenai dampak konflik Amerika Serikat dan Iran terhadap ekonomi Indonesia. Johan Rosihan, anggota Komisi IV DPR, memperkirakan harga minyak dunia tinggi akan menekan kas negara, subsidi energi, transportasi, listrik, serta harga pangan. Dampaknya bergerak seperti efek domino: kenaikan harga minyak dan logistik memengaruhi harga komoditas pangan impor seperti gandum, kedelai, gula, daging, dan bahan pakan ternak. Indonesia bergantung pada impor energi dan komoditas pangan, sehingga risiko beban ekonomi menjadi sangat besar. Johan menekankan pentingnya transparansi pemerintah agar masyarakat memahami tantangan ekonomi dan tidak menanggung beban konflik geopolitik yang tidak langsung terjadi di Indonesia.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
SINDOnews · 21 Agustus 2026 pukul 15.58
Subsidi Energi 2027 Bengkak Jadi Rp272,9 Triliun, ESDM Singgung Pelemahan Rupiah
Berita terkait
Harga Minyak Naik, Kemenkeu Evaluasi Beban Subsidi APBN
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 16.30
Cek Harga BBM Pertamina Hari Ini, dari Pertalite sampai Pertamax
Liputan6.com · 30 September 2026 pukul 11.21
Harga Minyak Melampaui Asumsi APBN, Suahasil Ingatkan Risiko Subsidi Energi
Warta Ekonomi · 18 September 2026 pukul 10.40
Harga Minyak Tembus USD 100 per Barel, Defisit APBN Dijaga Tetap di Bawah 3%
kumparan · 10 September 2026 pukul 17.31