Harga Minyak Tembus USD 100 per Barel, Defisit APBN Dijaga Tetap di Bawah 3%
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan defisit APBN 2026 akan tetap terjaga di bawah 3 persen meskipun harga minyak dunia mencapai USD 100 per barel. Saat ini, defisit tercatat masih rendah, yakni 0,91 persen pada Juli dan 0,95 persen pada Agustus. Pemerintah mengklaim memiliki ruang fiskal karena asumsi anggaran sebelumnya sudah memperhitungkan harga minyak di level tersebut.
Kenaikan harga minyak ini belum memicu peningkatan kuota subsidi energi. Pemerintah optimis daya beli masyarakat umum tidak akan terganggu karena penggunaan BBM subsidi seperti Pertalite masih terlindungi. Meski demikian, pemerintah tetap memantau perkembangan harga minyak dunia agar tidak melonjak lebih tinggi lagi.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 15.38
Rupiah Melemah ke Rp17.547 per Dolar AS, Harga Minyak Jadi Sorotan
Detik.com · 10 September 2026 pukul 14.57
Harga Minyak Tembus US$ 101/Barel, Purbaya: Anggaran Masih Cukup
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 14.19
Harga Minyak US$100, Purbaya: APBN Masih Aman, Defisit di Bawah 3%
JPNN.com · 10 September 2026 pukul 07.26
Strategi Purbaya Agar APBN Tetap Sehat di Tengah Kenaikan Harga Minyak Dunia
Berita terkait
Menkeu siapkan langkah jaga APBN jika harga minyak dunia melonjak
ANTARA News · 9 September 2026 pukul 19.28
Tak Ikuti Langkah Jepang, Purbaya Jelaskan Alasan PPN Belum Turun
Liputan6.com · 10 September 2026 pukul 19.15
IHSG Dibuka Menguat 0,15% Dekati Level 6.700
CNBC Indonesia · 10 September 2026 pukul 09.05
Rp11 Triliun APBN Disiapkan untuk Saldo Rekening Masyarakat, Ini Penjelasan Purbaya
Warta Ekonomi · 10 September 2026 pukul 02.47