Polemik Gibran Berlarut, Prabowo Berpotensi Satukan Megawati dan SBY
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo mengusulkan pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto, Megawati Soekarnoputri, dan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai langkah konsolidasi politik nasional. Ia menyatakan jika ketiga mantan presiden bersatu, stabilitas politik akan meningkat. Gatot juga menghubungkan skenario ini dengan isu diskualifikasi Gibran Rakabuming di Mahkamah Konstitusi (MK). Menurutnya, jika Gibran didiskualifikasi, PDI Perjuangan mungkin bergabung dengan pemerintahan Prabowo. Sementara itu, proses perkara mengenai syarat pendidikan Gibran masih berlangsung di MK dan belum menjadi keputusan final. Gagasan 'politik nasi goreng' tersebut disampaikan dalam perbincangan di kanal YouTube Hersubeno Point. Gatot menilai persatuan tiga tokoh kepresidenan dapat mempercepat penyelesaian isu politik dan pemerintahan yang lebih efektif. Namun, ia menekankan bahwa skenario ini masuk dalam kategori analisis politik, bukan keputusan yang telah terjadi. Hingga kini, tidak ada kepastian soal pertemuan Prabowo-Megawati-SBY. Proses hukum Gibran di MK masih menjadi faktor penentu dinamika koalisi pemerintahan. Gatot menyatakan bahwa keputusan MK akan membuka ruang politik baru jika menyimpulkan diskualifikasi Gibran. tags": ["gibran", "prabowo", "megawati", "sbY", "mk"]
Bagikan
Berita terkait
Sahabat Insurance Goes To School Dorong Literasi Asuransi Sejak Dini
Warta Ekonomi · 3 Oktober 2026 pukul 16.51
Kisah Perajin Batik Lokal Kantongi Omzet Ratusan Juta
Detik.com · 3 Oktober 2026 pukul 16.46
Kementerian ATR/BPN Janji Penjadwalan Ukur Tanah Lebih Cepat, Maksimal 7 Hari
JawaPos · 3 Oktober 2026 pukul 16.46
Pasok Listrik Data Center, Trump Beri Pinjaman Rp 71 Triliun untuk PLTN
Liputan6.com · 3 Oktober 2026 pukul 16.45