Pasok Listrik Data Center, Trump Beri Pinjaman Rp 71 Triliun untuk PLTN
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5490104/original/053721500_1769996978-Untitled.jpg)
Pemerintahan Donald Trump berencana memberikan pinjaman senilai US$4 miliar (Rp71,5 triliun) kepada Vistra Corp untuk modernisasi tiga PLTN di Ohio dan Pennsylvania. Dana ini menjadi respons terhadap lonjakan kebutuhan listrik dari pusat data yang menuntut pasokan energi stabil 24 jam. Modernisasi PLTN yang ada lebih cepat dibanding membangun reaktor baru, sekaligus mendukung target lipatgandanya kapasitas nuklir AS pada 2050. Vistra adalah pemasok listrik utama PJM Interconnection yang melayani 67 juta jiwa, sedangkan jaringan PJM kehabisan kapasitas akibat permintaan daya meningkat drastis dari industri data center AI. Terpisalah, pemerintah AS juga memberikan pinjaman US$1,9 miliar (Rp33 triliun) ke NextEra Energy untuk mengaktifkan kembali PLTN Duane Arnold di Iowa yang berkapasitas 615 MW. Proyek ini diproyeksikan dapat memasok listrik untuk 500.000 rumah, menciptakan 1.500 lapangan kerja selama konstruksi dan 450 tenaga kerja saat beroperasi. Dengan komitmen Google untuk membeli listrik selama 25 tahun, proyek ini diharapkan dapat menghasilkan manfaat ekonomi US$9 miliar bagi Iowa serta menekan biaya listrik. Pemerintah AS menargetkan minimal 10 reaktor nuklir besar dapat dibangun pada 2030 dengan dukungan pembiayaan federal untuk menghidupkan kembali PLTN nonaktif.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
kumparan · 2 Oktober 2026 pukul 18.30
ESDM: Data Center Harus Pertimbangkan Pasokan Listrik dan Air yang Besar
CNBC Indonesia · 2 Oktober 2026 pukul 21.50
Pesawat Rusia Bawa Bahan Nuklir ke Tetangga RI, Dicegat Raksasa Muslim
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 21.00
Hitung-hitungan Beban Ekologis di Balik Megaproyek Data Center Nasional
Warta Ekonomi · 2 Oktober 2026 pukul 17.17
IESR Bongkar Besarnya Kebutuhan Air Data Center AI Jatiluhur
Berita terkait
DPR Sebut PLTN Bisa Jadi Solusi Pasokan Energi Bersih untuk Data Center
Warta Ekonomi · 1 Oktober 2026 pukul 15.03
Airlangga Sebut Kebutuhan Energi RI Capai 800 TWh pada 2030, Data Center Jadi Perhatian
Warta Ekonomi · 29 September 2026 pukul 18.30
Airlangga Dorong Revisi RUPTL Buat Penuhi Kebutuhan Listrik RI
CNN Indonesia · 29 September 2026 pukul 13.31
Emiten Energi Bakrie (ENRG) Rights Issue Jumbo, Cari Duit Rp4,1 T
CNBC Indonesia · 28 September 2026 pukul 11.00