Polemik TKD Dipangkas, Kepala Daerah Banyak yang Menjerit, OSO: Tanpa Daerah, Tidak Akan Ada NKRI
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Ketua DPD Oesman Sapta (OSO) dan berbagai kepala daerah mengkritik Pemerintah Pusat atas pemangkasan Transfer Keuangan Daerah (TKD). Kebijakan ini dinilai mengganggu pembangunan, kesejahteraan masyarakat, dan layanan dasar di daerah. Sebagai contoh, Kota Bandung mengalami penurunan TKD hampir Rp700 miliar tahun ini. OSO menegaskan bahwa anggaran daerah wajib diberikan sesuai UU APBN dan konstitusi karena pemerintah daerah adalah bagian tak terpisahkan dari NKRI.
Selain masalah TKD, OSO mendesak kepastian pembagian Dana Bagi Hasil (DBH) yang proporsional serta ketersediaan anggaran bencana yang responsif di seluruh kementerian. Sementara itu, ekonom Fuad Bawazier menyarankan penerapan kebijakan asimetris, mengingat hanya sedikit daerah di Indonesia yang mampu mandiri secara fiskal, sehingga daerah dengan kapasitas rendah tetap membutuhkan dukungan penuh dari pusat.
Bagikan
Diberitakan juga oleh
Media Indonesia · 11 September 2026 pukul 17.56
Soroti Kebijakan Anggaran, OSO: Pentingnya Menjaga Keseimbangan Pusat dan Daerah
JPNN.com · 10 September 2026 pukul 05.37
Pemda Menunggu Kepastian PPPK jadi ASN Pusat, Statusnya Saja atau Termasuk Gaji?
Berita terkait
Pemda Senang, Besaran Gaji Guru PPPK se-Indonesia Bakal Sama
JPNN.com · 20 Agustus 2026 pukul 05.02
Gubernur Jatim Tagih Dana Tunda Salur Rp 1,3 Triliun untuk Bayar TPG
JPNN.com · 19 Agustus 2026 pukul 14.42
Dibongkar Dedi Mulyadi, Prabowo Baru Membayar Rp19 Miliar dari Tunggakan Rp1,22 Triliun ke Jabar
Warta Ekonomi · 19 Agustus 2026 pukul 02.14
Pemerintah Siapkan Anggaran Transfer ke Daerah Rp 735 T Tahun Depan
Detik.com · 16 Agustus 2026 pukul 16.00