Populer: AS Kuasai Minyak Venezuela; Singapura Lelang Aset Pencucian Uang
Rangkuman otomatis · disusun dengan AI

Pemerintah AS bersiap menguasai 55% produksi efektif perusahaan patungan di Venezuela melalui konsesi 100 tahun, mengamankan cadangan minyak sebesar 65 miliar barel. Proyek ini diproyeksikan menjadi cadangan terbesar kedua di dunia setelah Saudi Aramco, dengan proyeksi pendapatan pajak bagi Venezuela mencapai 209 miliar dolar AS. Namun, langkah ini dinilai mengandung risiko politik dan ketidakstabilan hukum, terutama mengingat produksi minyak Venezuela saat ini hanya mencapai 1,16 juta barel per hari pada Juli 2026, jauh di bawah kapasitas maksimalnya. Di sisi lain, pemerintah Singapura akan melelang aset sitaan senilai SGD 3 miliar (setara USD 2,4 miliar) dari kasus pencucian uang terbesar di negara tersebut. Aset yang akan dilelang meliputi lebih dari 80 properti real estat dan lebih dari 1.000 aksesoris mewah seperti perhiasan, jam tangan, dan tas desainer. Proses divestasi akan berlangsung mulai September 2026 hingga pertengahan 2027, dengan sejumlah aset di kawasan elite seperti Orchard Road dan Sentosa terpaksa dijual dengan diskon besar.
Bagikan
Berita terkait
Singapura Bakal lelang Aset Mewah dari Kasus Pencucian Uang Terbesar
kumparan · 29 Agustus 2026 pukul 16.00
Setelah Maduro Lengser, Trump Klaim AS Ambil Alih Cadangan Minyak Venezuela
Media Indonesia · 29 Agustus 2026 pukul 12.40
AS Dekati Kesepakatan Minyak Venezuela, 17 Ladang Masuk Negosiasi
VOI · 28 Agustus 2026 pukul 16.00
KPK Duga Anggota DPRD Bengkulu Terima Aset Mewah dari Pengusaha
Detik.com · 27 Agustus 2026 pukul 08.41